TANGERANG – Sejumlah anggota Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Tangerang mendatangi Polres Metro Tangerang Kota, pada Sabtu (4/10/2025) malam. Kedatangan mereka untuk mendukung kepolisian mengusut tuntas kasus pengeroyokan yang menimpa Rida, salah satu anggota Banser saat menghadiri pengajian Habib Bahar bin Smith di Cipondoh, Kota Tangerang, beberapa pekan lalu.
Akibat aksi kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok orang tersebut, Rida mengalami luka serius di sejumlah bagian tubuhnya. Rekaman video pengeroyokan itu telah beredar luas di media sosial dan memicu keprihatinan publik.
“Kedatangan kami kesini untuk menanyakan kasus penganiayaan anggota Banser atas nama Rida. Alhamdulillah, jajaran Polres Metro Tangerang Kota menerima dengan baik. Kami juga membaca Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP), telah ditetapkan tiga orang tersangka,” kata Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kota Tangerang Midyani.
Berdasarkan informasi, ketiga orang yang telah tetap sebagai tersangka masing-masing berinisial AES, DNC, dan MA. Mereka kini telah mendekam di sel tahanan Polres Metro Tangerang Kota. Meskipun demikian, belum ada penjelasan resmi dari kepolisian terkait perkembangan kasus pengeroyokan Rida tersebut. “Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak kepolisian yang telah bekerja keras menangani kasus ini dan telah menetapkan tiga orang tersangka,” ujar Midyani.
Senada dengan Midyani, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Kota Tangerang Suhendar memberikan apresiasi kepada penyidik yang telah bekerja cepat untuk menetapkan tersangka. Namun dirinya berharap agar kasus tersebut diusut tuntas. Mengingat pengakuan Rida, pengeroyokan itu dilakukan lebih dari sepuluh orang, termasuk Habib Bahar.
“Kepolisian negara dalam hal ini tidak boleh takut dan kalah dengan arogansi pihak-pihak yang melakukan kekerasan dan penganiayaan. Kami berharap Kepolisian mengusut tuntas kasus ini tanpa terkecuali, baik itu melibatkan publik figur maupun lainnya,” tegas Suhendar, dalam keterangannya yang didapat POSKOTAONLINE.COM, Minggu (5/10/2025).
Lebih jauh Suhendar menjelaskan, peristiwa pengeroyokan tersebut terjadi seusai korban menghadiri peringatan Maulid Nabi yang dipimpin Habib Bahar bin Smith di Kota Tangerang, Minggu (21/9/2025). Menurut keterangan sejumlah saksi mata yang ada di lokasi, insiden bermula ketika Rida hendak bersalaman dengan Habib Bahar setelah acara pengajian. “Namun langkahnya dicegah oleh pengawal dengan tuduhan hendak melakukan sesuatu. Tuduhan itu langsung memicu keributan,” ungkap Suhendar.
Rida kemudian ditarik ke sebuah ruangan dan dikeroyok sejumlah orang termasuk Habib Bahar. Ia menerima pukulan dan tendangan bertubi-tubi hingga terjatuh. Selain itu, telepon genggam dan sepeda motor miliknya juga ditahan oleh panitia. “Ini perbuatan yang tidak manusiawi. Korban dikeroyok hingga babak belur. Bahkan hingga mengalami luka 13 jahitan di bagian pelipis,” paparnya.
Untuk itu, kata Suhendar, kasus pengeroyokan terhadap Rida telah menjadi perhatian seluruh anggota Ansor, baik daerah maupun pusat. Mereka meminta Kepolisian mengusut kasus itu sampai tuntas. (*/imam)







Komentar