oleh

KOWANI Titip Isu Keamanan Perempuan dan Lansia ke Menko Polkam Dudung Abdurachman

​JAKARTA — Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. H. Dudung Abdurachman, S.E., M.M. sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Republik Indonesia oleh Presiden RI Prabowo Subianto pada Kamis (1/10/2026).

​Di balik ucapan selamat tersebut, organisasi wadah perjuangan perempuan Indonesia ini menitipkan pesan krusial: penguatan koordinasi politik dan keamanan nasional harus berdampak nyata pada rasa aman kelompok rentan.

​Pernyataan resmi tersebut disampaikan oleh Ketua Umum KOWANI Periode 2024–2029,  Nannie Hadi Tjahjanto, S.H., bersama Sekretaris Jenderal KOWANI, Dr. Ratu Dian Hatifah, di Jakarta, Jumat (2/10/2026).

​Nannie Hadi Tjahjanto menegaskan bahwa sebagai Ibu Bangsa, KOWANI memandang iklim politik dan keamanan yang kondusif bukan sekadar jargon, melainkan fondasi utama bagi ketahanan keluarga dan pemberdayaan masyarakat.

​”Suasana kehidupan yang aman, damai, dan saling mempercayai merupakan fondasi penting bagi ketahanan keluarga dan pemberdayaan perempuan. Penguatan koordinasi politik dan keamanan harus semakin mendukung rasa aman bagi seluruh masyarakat, termasuk perempuan, anak, lanjut usia, dan penyandang disabilitas,” tegas Nannie.

​KOWANI menilai pendekatan keamanan modern membutuhkan dialog terbuka, penghormatan terhadap keberagaman, serta partisipasi masyarakat. Perempuan dinilai memiliki peran strategis dalam membangun budaya damai, menanamkan nilai kebangsaan, dan menjaga kerukunan sosial dari tingkat keluarga hingga masyarakat.

Menuju 100 Tahun KOWANI dan Indonesia Emas 2045

​Menyongsong usianya yang ke-100 pada 2028 mendatang, KOWANI terus mengarahkan pengabdiannya pada penguatan kepemimpinan perempuan, ketahanan keluarga, serta penyiapan sumber daya manusia (SDM) unggul demi mewujudkan Indonesia Emas 2045.

​KOWANI berharap Menko Polkam Dudung Abdurachman dapat menjalankan amanah dengan penuh integritas, bijaksana, amanah serta mampu memperkokoh Indonesia yang aman, damai, bersatu, dan bermartabat.

​​Pelantikan Dudung sebagai Menko Polkam menambah panjang rekam jejak pengabdian perwira tinggi lulusan Akademi Militer (Akmil) 1988 tersebut. Lahir di Bandung pada 19 November 1965, perjalanan hidup Dudung dikenal penuh kerja keras. Ia sempat menjadi loper koran dan penjual kue saat remaja untuk membantu perekonomian keluarga setelah sang ayah wafat.

​Perjuangan hidup tersebut menempa karakter kepemimpinannya hingga berhasil menduduki berbagai posisi pimpinan strategis di TNI Angkatan Darat. Di jenjang Perwira Tinggi, Dudung pernah dipercaya sebagai Gubernur Akademi Militer (2018–2020), Panglima Kodam Jaya/Jayakarta (2020–2021), Panglima Kostrad (2021), hingga mencapai puncak pimpinan TNI AD sebagai Kepala Staf Angkatan Darat / Kasad (2021–2023).

​Setelah purna tugas dari militer, Dudung terus dipercaya mengemban amanah strategis di pemerintahan. Ia menjabat sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional (2024–2026), lalu dipercaya memimpin lembaga strategis sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP) pada April 2026, sebelum akhirnya dirotasi menjadi Menko Polkam RI.

​Di samping perjalanan karier dan kepemimpinannya, Dudung juga menaruh perhatian besar pada dunia akademik sipil. Ia mengantongi gelar Sarjana Ekonomi (S.E.) dan Magister Manajemen (M.M.), lalu merampungkan S3 hingga meraih gelar Doktor (Dr.) Ilmu Ekonomi dengan predikat Cumlaude dari Universitas Trisakti pada 2022. Puncak pencapaian akademiknya diraih pada November 2023 saat ia dikukuhkan sebagai Profesor atau Guru Besar Tetap di bidang Manajemen Strategis pada Sekolah Tinggi Hukum Militer (STHM). (aga/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *