oleh

19 Pengedar Narkoba Ditangkap, Satu Tersangka Masih Bawah Umur

POSKOTA.CO – Sembilan belas pengedar narkotika ditangkap. Sejumlah barang bukti disita mulai dari sabu-sabu, ganja hingga tembakau sintetis.

Sementara bandar besar yang DPO,  kini dalam pengejaran polisi.

Kapolres Bogor, AKBP Roland Ronaldy mengapresiasi pengungkapan oleh Satuan Reserse Narkoba di HUT Bhayangkara ke 74 tahun 2020 ini.

Dalam keterangannya kepada wartawan, AKBP Roland mengatakan, dari 15 kasus Narkoba dengan 19 tersangka ini di ungkap secara bertahap.

Selain para tersangka, polisi juga menyita barang bukti berupa 70,39 gram sabu-sabu, 16,2 Kg ganja dan 11,8 gram tembakau sintetis.

“Narkoba harus menjadi skala prioritas kita bersama. Saya sedih, karena dari 19 tersangka ini, salah satu pelakunya merupakan anak dibawah umur,”kata AKBP Roland.

Orang nomor satu di jajaran kepolisian Kabupaten Bogor ini mengungkapkan, berdasarkan pemeriksaan, identitas 19 tersangka diketahui dengan inisial JJ, RE, FR, RMH, SN, RY, HA, AA, MU, IS, MR, GS, IM, ZR, MK, DS, HS, UN dan MK.

AKBP Roland menjelaskan, tersangka JJ dan RE ditangkap petugas di Kecamatan Leuwisadeng pada tanggal 30 Juni 2020 dengan barang bukti 13,4 Kg Ganja.

Menyusul tersangka FR, RMH dan SN yang ditangkap di Kecamatan Caringin dengan barang bukti  578 Gram Ganja.

Setelah itu, petugas menangkap tersangka RY dan HA di Kecamatan  Cileungsi dengan barang bukti 35,4 Gram sabu.

Anggota yang sudah menyebar di lapangan, lalu menangkap AA dan DS di Kecamatan Cibinong. Dari tersangka AA petugas menyita barang bukti 1.040 Gram ganja dan 0,28 gram sabu dari tersangka DS.

Pengembangan dari kasus ini, anggota lalu menangkap MU di Kota Depok dengan barang bukti 1.165 Gram ganja dan tersangka IS di Kota Bogor dengan barang bukti 4,62 Gram Sabu.

Petugas yang terus melakukan pengejaran, lalu menangkap MR dan GS diwilayah Caringin.

Dari tangan pelaku MR, polisi menyita barang bukti berupa 18,63 Gram ganja dan 10,91 gram tembakau sintetis dan tersangka GS yang menguasai 0,89 gram tembakau sintetis.

Dari Caringin, polisi bergerak ke Ciawi dan menangkap ZR dan MK yang kedapatan menguasai sabu seberat 0,38 gram dan 1,46 gram ganja.

Dari keterangan pelaku yang ditangkap, petugas bergerak ke Rancabungur dan menangkap tersangka IM yang saat itu menguasai 0,38 gram sabu.

Menyusul kemudian tersangka HS ditangkap di Babakan Madang dengan barang bukti 0,10 gram sabu dan tersangka UN ditangkap di Megamendung  dengan barang bukti 0,18 gram sabu.

Dari keterangan tersangka yang sudah dibekuk ini, petugas akhirnya membekuk MK di Kecamatan Sukamakmur.

Saat ditangkap, pelaku kedapatan menguasai 19,59 gram sabu.

AKBP Roland mengungkapkan, dalam pemeriksaan didapat pengakuan, jika ganja asal Aceh ini, di distribusi menggunakan pipa paralon.

Modus baru ini di pakai pelaku, guna mengecoh petugas saat pemeriksaan di lapangan.

“Untuk daun ganja, di pasok pelaku dari Aceh dengan cara dimasukkan kedalam pipa paralon yang dilumuri minyak gosok, guna mengelabui anjing pelacak. Ini modus baru,” ujarnya.

Kapolres juga menegaskan, dari 19 tersangka,  MR, HS dan MK merupakan residivis dalam kasus yang sama.

“Tersangka AA dan MU  merupakan jaringan narkoba besar. Ada satu orang lagi kini DPO. Inisialnya NC. Dia ini jaringan besar,”ujarnya.

Atas perbuatan melawan hukum ini, para tersangka yang kini sudah menjalani penahanan ini di jerat dengan pasal 114, pasal 112 dan Pasal 111  Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara minimal 5 tahun, maksimal 15 tahun atau penjara seumur hidup.

Sementara satu pelaku yang merupakan anak di bawah umur  yang menguasai barang bukti 178 gram ganja, untuk proses peradilannya, diberlakukan aturan Undang-undang Sistem Peradilan Anak. (ymd/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *