oleh

Pontjo Sutowo Apresiasi Terpilihnya Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri

JAKARTA — Ketua Aliansi Kebangsaan Pontjo Sutowo mengapresiasi terpilihnya Komjen Pol. Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri. Menurut Pontjo, kepercayaan yang diberikan kepada Suyudi memiliki dasar yang kuat, terutama melihat rekam jejak dan pengalamannya selama berkarier di kepolisian.

Pontjo menilai pengalaman Suyudi dalam memimpin Badan Narkotika Nasional (BNN) menjadi salah satu modal penting. BNN merupakan lembaga yang berhadapan langsung dengan ancaman narkotika yang kompleks dan memiliki dampak serius terhadap masa depan bangsa.

“Terpilihnya Komjen Pol. Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri merupakan pilihan yang patut diapresiasi. Saya menilai, kepercayaan yang diberikan kepadanya memiliki dasar yang kuat,” ujar Pontjo.

Menurutnya, selama memimpin BNN, Suyudi menjalankan kerja pemberantasan narkotika yang tidak hanya mengedepankan aspek penindakan, tetapi juga mencakup pencegahan dan rehabilitasi.

Dalam laporan kinerja BNN 2025 yang dikutip Pontjo, tercatat 773 kasus tindak pidana narkotika berhasil diungkap dengan jumlah tersangka mencapai 1.214 orang. Dari pengungkapan tersebut, barang bukti yang disita antara lain 4,01 ton sabu, 2,19 ton ganja, dan 1,2 ton ketamin.

Di bidang pencegahan dan pemulihan, BNN juga membentuk 214 Desa/Kelurahan Bersinar. Selain itu, sebanyak 1.910 remaja dilibatkan sebagai teman sebaya antinarkotika dan layanan rehabilitasi diberikan kepada 14.527 orang.

Pontjo menilai data tersebut menunjukkan besarnya tantangan yang dihadapi dalam pemberantasan narkotika. Menurut dia, persoalan narkotika tidak dapat diselesaikan hanya melalui pendekatan penegakan hukum, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat secara luas. “Pemberantasan narkotika, selain menuntut ketegasan, juga membutuhkan jaringan dengan merangkul masyarakat,” kata Pontjo.

Ia menambahkan, Suyudi juga memiliki kemampuan menjalin hubungan dengan berbagai kalangan. Keterbukaan untuk bekerja sama dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai unsur masyarakat dinilai penting dalam menghadapi persoalan keamanan yang semakin kompleks.

Menjaga Spirit Kebangsaan

Selain persoalan keamanan dan penegakan hukum, Pontjo berharap Suyudi memberikan perhatian besar terhadap upaya menjaga dan memelihara spirit kebangsaan.

Menurut Pontjo, persatuan dan kesatuan nasional bukan sesuatu yang dapat dianggap telah selesai. Keduanya perlu terus dirawat, terutama ketika masyarakat menghadapi perbedaan kepentingan, ketegangan sosial, serta arus informasi yang dapat memperbesar potensi perpecahan.

“Kita tidak boleh lengah terhadap potensi ancaman disintegrasi. Para elite, pemimpin lembaga, dan seluruh pemangku kepentingan perlu menjaga komunikasi dan menahan diri dari langkah maupun pernyataan yang memperuncing perbedaan,” ujarnya.

Pontjo menekankan bahwa menjaga persatuan bukan berarti menghilangkan ruang kritik. Sebaliknya, kritik yang disampaikan secara bertanggung jawab dan direspons secara bijaksana dapat menjadi bagian penting dalam memperkuat kehidupan berbangsa. “Persatuan tidak berarti meniadakan kritik. Justru, kritik yang disampaikan secara bertanggung jawab dan ditanggapi dengan bijak dapat memperkuat kehidupan berbangsa,” katanya.

Tantangan Global dan Stabilitas Nasional

Pontjo juga mengingatkan bahwa tantangan menjaga keamanan dan persatuan nasional muncul di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian. Konflik dan ancaman perang, tekanan terhadap sektor energi dan pangan, hingga krisis ekologi berpotensi memberikan dampak terhadap kehidupan masyarakat serta stabilitas nasional.

Menurut dia, kondisi tersebut membutuhkan kesiapsiagaan dan kerja sama lintas lembaga. Kemampuan menjaga ketenangan publik juga menjadi hal penting agar berbagai tekanan tidak berkembang menjadi persoalan sosial yang lebih luas. “Situasi seperti ini menuntut kesiapsiagaan, kerja sama lintas lembaga, dan kemampuan menjaga ketenangan publik,” ujar Pontjo.

Dalam konteks tersebut, Pontjo menilai posisi Kapolri memiliki peran strategis. Polri tidak hanya memiliki tugas memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga perlu memastikan penegakan hukum berlangsung secara adil dan pelayanan kepada masyarakat dapat dirasakan secara dekat.

Menurut dia, masyarakat juga perlu memperoleh ruang yang aman untuk menyampaikan aspirasi secara bertanggung jawab.

Harapan terhadap Kepemimpinan Suyudi

Pontjo menyambut kepemimpinan Suyudi dengan harapan agar pengalaman dan rekam jejaknya dapat menjadi modal dalam memimpin Polri menghadapi tantangan yang semakin beragam. Pengalaman Suyudi di BNN, perjalanan panjangnya di kepolisian, serta kemampuannya membangun hubungan dengan berbagai kelompok masyarakat dapat menjadi bekal dalam menjalankan tugas sebagai Kapolri.

“Untuk itu, saya menyambut kepemimpinan Suyudi dengan harapan besar. Pengalaman di BNN, rekam jejaknya di kepolisian, dan kemampuannya menjalin hubungan dengan berbagai kalangan dapat menjadi bekal untuk memimpin Polri di tengah tantangan yang semakin beragam,” kata Pontjo.

Ia berharap kepemimpinan Suyudi dapat membawa Polri semakin kuat dalam menjaga keamanan sekaligus memelihara kepercayaan masyarakat. “Semoga di bawah kepemimpinan Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, Polri semakin kuat menjaga keamanan, merawat kepercayaan masyarakat, dan turut memelihara persatuan Indonesia,” tutup Pontjo.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *