oleh

Dilarang Masuk Tol,  10 Sopir Truk  ODOL Gelar Unjuk Rasa

POSKOTA.CO– Sebanyak 10 sopir mobil truk pick up L300 menggelar aksi unjuk rasa di Gerbang Tol (GT) Bakauheni Selatan, Lampung Selatan. Mereka tidak terima  dilarang masuk pintu  tol karena bermuatan lebih alias over dimension and over load (ODOL).

Perdebatan antara sopir mobil truk pick up yang dilarang masuk tol dengan perugas tampak memanas para sopir adu mulut dengan petugas.

“Aneh lewat tol Jakarta-Merak bisa. Kok lewat sini gak boleh. Harusnya kalau mau menerapkan kebijakan harus sama dong kan sama sama jalan tol. Ini kami  rasa sangat aneh karena hanya tol Lampung yang melarang,” kata Handoko salah seorang sopir.

Akibat aksi protes dan demo tersebut, petugas GT Bakauheni Selatan menghubungi petugas Patroli Jalan Raya (PJR) tol yang piket yakni Aipda Zulpadli yang sedang patroli di KM 45 jalur ambon. Setiba di lokasi demo sekitar pukul 03.15 WIB, petugas PJR mendatangi kerumunan para supir kendaraan L300 yang protes. Aipda Zulpadli memberikan pernyataan bahwa ada pelarangan kendaraan bermuatan tinggi masuk tol oleh pihak pengelola. Larangan itu dilakukan untuk mengantisipasi kecelakaan yang menimbulkan korban.

Menurut Direktur Lalu Lintas Polda Lampung, Kombes Donny Sabardi Halomoan Damanik,  saat kejadian di lokasi yang bertugas ada lima pegawai PT Hutama Karya dan empat anggota Marinir. “Petugas menghentikan dan memerintahkan mobil ODOL untuk memutarbalikkan L300 yang kelebihan muatan dari arah Pelabuhan Bakauheni tapi mereka tetap ngotot.

Khawatir akan terjadi antrean panjang akhirnya anggota PJR langsung memperbolehkan  mobil ODOL melintas gerbang tol Bakauheni Selatan. Para sopir juga dikasih pemahaman bahwa ODOL berbahaya bisa menjadi salah satu penyebab  kecelakaan lalu lintas di jalan tol. (koesma/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *