JAKARTA – Kecamatan Cilincing ternyata merupakan wilayah di Jakarta yang paling banyak warganya keranjingan terhadap judi online (judol). Untuk itu, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid dan Pj Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi sengaja datang ke wilayah tersebut untuk memberi pencerahan kepada warga.
“Praktik judol termasuk pinjaman online sangat merusak kehidupan masyarakat. Ini harus diperangi,” ujar Menteri Meutya saat memberikan Edukasi dan Pelatihan Literasi Digital terkait Pencegahan dan Penanganan Judol di Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (12/11/2024).
Meutya menambahkan Cilincing ternyata merupakan salah satu wilayah dengan jumlah pemain judol tertinggi di Jakarta. “Karena itu kami bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta untuk mampir ke Cilincing, salah satu yang tertinggi di Jakarta. Jadi mungkin yang kita datangi memang yang sudah menjadi semacam wabah gitu ya, daerah-daerah yang target sasarannya harus jelas. Saya gak mungkin keliling ke seluruh titik, yang kita cari memang daerah-daerah yang memang terkonsentrasi di situ kita pahami bahwa tingkat judi online dan pinjaman online tinggi,” katanya.
Meutya menjelaskan sasaran dari sosialisasinya, dimana merupakan kalangan ibu-ibu. “Karena ibu-ibu banyak menjadi korban, terutama jika suami terlibat judol, maka jatah rumah tangga jadi berkurang. Toh, ibu rumah tangga ini yang paling banyak juga merasakan, misalnya suaminya terpapar judi online mereka yang merasakan sesuatu uang gak cukup, makanan yang gak cukup dan lain-lain itu perempuan yang paling merasakan. Makanya kita menggalang paling banyak dengan ibu-ibu, namun kita juga menggalang seluruh tokoh masyarakat agama bukan seluruh tapi perwakilan dari agama itu kita libatkan juga tokoh-tokohnya,” katanya.
Pada kesempatan itu, Menteri Meutya dan Pj Gubernur Teguh mengunjungi dua lokasi yakni di RPTRA Intiland Teduh Semper Barat yang dihadiri puluhan emak-emak dan SMAN 92 Jakarta yang dihadiri ratusan siswa. “Saya mengajak warga Jakarta dan siswa sekolah, supaya memerangi judi online,” tegas Teguh.
Untuk memerangi judol, diperlukan pembekalan literasi digital yang baik bagi orang tua dan anak untuk menghindari risiko kekerasan berbasis gender online, termasuk judi online yang tidak diinginkan. “Selain itu, orang tua perlu berperan dalam mendampingi anak-anak saat berinteraksi di dunia maya secara aman dan bijak,” pungkas Teguh. (jo)







Komentar