oleh

Terlalu!! Suami Tega Peralat Istri Jual Sabu di Kawasan Puncak

POSKOTA. CO – Menjadi kaki tangan peredaran narkotika jenis sabu, DH (32) ibu rumah tangga ini dibekuk polisi. Terlalu, DH diperalat suaminya berinsial ES (35) yang merupakan bandar sabu. Kini DH mendekam dalam sel tahanan Polres Bogor.

Dari tangan wanita yang belum memiliki anak ini, anggota Satuan Narkoba Polres Bogor menyita barang bukti sabu seberat 37,24 gram. Penangkapan DH di rumahnya di Cisarua, Bogor ini tanpa perlawanan.

Kapolres Bogor, AKBP Harun mengatakan, DH dibekuk aparat kepolisian atas sepak terjangnya dalam mengedarkan sabu di kawasan wisata Puncak.

Menurut Kapolres, dalam penangkapan ini, suami DH berhasil kabur. Ia kini menjadi buronan polisi.

“Kami berhasil menangkap DH yang bersama suaminya berprofesi sebagai bandar narkotika jenis sabu. Barang bukti sabu seberat 37,24 gram disita. ES saat ini berstatus DPO (daftar pencarian orang),” kata Kapolres Bogor AKBP Harun kepada wartawan, Rabu (27/1/2021).

Dalam proses pemeriksaan di kantor polisi, DH mengaku, jika dirinya bersama ES, suaminya, sudah menjalankan bisnis haram ini selama kurang lebih enam bulan.

“Sabu dengan penjualan sistem tempel. Antara penjual dan pembeli tidak saling bertemu. Sistim transfer,” ujar AKBP Harun.

Menurut AKBP Harun, selain DH, jajaran Satuan Narkoba juga berhasil mengungkap 7 kasus peredaran narkotika jenis sabu, 1 kasus peredaran ganja, dan 2 kasus peredaran ganja sintetis gorilla.

“Total dari 11 kasus peredaran narkotika ini kami mengamankan 14 orang pengedar atau bandar dengan barang bukti total 81,6 gram sabu, 14,21 gram ganja dan 31,85 gram ganja sintetis gorilla. Karena dalam penangkapan ini para tersangka tidak melakukan perlawanan maka kamu pun tidak melakukan tindakan tepat terukur,” ujarnya.

Atas perbuatannya, para tersangka di jerat dengan Pasal 112, 113 ayat (2) dan atau,114 ayat (2) dan atau 112 ayat (2) UU Nomor 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana penjara minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun dan denda pidana minimal Rp800 juta maksimal Rp10 miliar.

Ditempat yang sama, Kasat Narkoba Polres Bogor, AKP Chandra Wijaya menegaskan, jika tren penjualan narkotika jenis sabu masih tinggi di Kabupaten Bogor.

Menyusul kemudian tembakau sintetis atau gorila, dan ganja. Kepada pelaku narkoba, AKP Candra mengingatkan, agar berhenti, karena polisi punya cara khusus dalam mengungkap peredaran narkotika dengan sistem tempel tersebut.

“Narkoba ini kejahatan extra ordinary crime ini. Harus semua elemen terlibat,” tegas AKP Candra. (yopi/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *