oleh

Penyidik Ditreskrimsus PMJ Ringkus Dua Pembobol Dana BTPN Rp2 Miliar

POSKOTA.CO-Dua pelaku akses ilegal terhadap 14 nasabah Bank BTPN diringkus penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya [PMJ]. Kedua pelaku, D dan O ditangkap di Desa Lubung Gajah Tulung Selapan, Sumatera Selatan, Selasa (5/10/2021).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, Rabu (13/10/2021) mengatakan, kedua pelaku berhasil menguras habis uang 14 nasabah yang mengaku sebagai staf jenius di Bank BTPN. “Uang milik ke 14 nasabah sebesar Rp 2 miliar berhasil diraup kedua pelaku,” kata Kombes Yusri.

Modus operandinya menurut Yusri, pelaku yakni menyaru sebagai staf di kantor bank tersebut. “Pelaku mengaku staf BTPN. Staf Jenius (bank digital BTPN),” tambah Kombes Yusri.

Pembobolan dana nasabah bermula saat pelaku yang telah mengetahui nomor telepon nasabah melakukan panggilan telepon kepada korban. Korban yang percaya bahwa pelaku merupakan staf BTPN, mengikuti saja petunjuk untuk meng-klik login pada link jenius yang telah disiapkan.

“Setelah korban login di link tersebut, pelaku diminta mengisi seluruh data yang tertera. Bahkan, korban diminta mengisi kode one-time password (OTP) dan tiga angka CVV (fitur keamanan) yang terdapat di belakang kartu ATM,” tutur Yusri. Setelah itu, akun jenius para nasabah dikuasai pelaku dan saat OTP dan CVV keluar, data nasabah diambil alih oleh pelaku yang menguras habis rekening 14 korban.

Peristiwa itu diketahui korban saat melakukan penarikan uang rekeningnya sudah kosong. Korban melaporkan kejadian itu ke Kantor Pusat BTPN di Kuningan Timur, Jakarta Selatan pada Juli 2021. Hingga kini polisi masih memburu dua pelaku lainnya yang masuk daftar pencarian orang (DPO).

Dikatakan Kombes Yusri, ketika dilakukan penangkapan, polisi menemukan senjata api berupa pistol dan senjata laras panjang. Pelaku dijerat Pasal 30 jo Pasal 46 jo Pasal 32 Jo Pasal 48 Jo Pasal 35 Jo Pasal 52 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Selain itu keduanya juga dijerat Pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.(omi/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *