oleh

Pelukan Anak ke Hakim Yulius Menambah Suasana Haru di Pengungsian Korban Galodo

PADANG — Ketua Kamar Tata Usaha Negara Mahkamah Agung (TUN MA) Hakim Agung Prof. Yulius sambangi lokasi pengungsi banjir bandang atau ‘galodo’ di Sumatera Barat.
Lewat Mahkamah Agung Peduli, Hakim Agung Prof Yulius menyalurkan bantuan berupa uang tunai dan mendatangi langsung sejumlah titik lokasi terdampak bencana.

Salah satu lokasi yang didatangi hakim agung Yulius beserta rombongan adalah Nagari Parambahan, Kecamatan Limo Kaum.
Di tanah kelahirannya itu, Yulius beserta rombongan tiba di lokasi pengungsi dan langsung menyapa warga serta anak-anak yang sedang belajar mengaji di tenda pengungsian.
Terlihat anak-anak antusias menyambut dan berinteraksi dengan Yulius. Suasana begitu cair saat Yulius menghibur dan memberi motivasi kepada mereka. “Ada yang hafal Juz Amma?” tanya Yulius, Selasa (21/5), kepada wartawan.

Beberapa anak kemudian mengangkat tangan dan maju ke depan.
Dia meminta salah satu dari mereka membacakan surat ad-Dhuha dan surat at-Tin yang lantas diikuti oleh anak-anak lainnya.
Yulius terharu melihat anak-anak begitu bersemangat dan asyik membaca Al-Qur’an. “Dalam situasi seperti ini mereka masih semangat belajar, mengingat-ingat hafalannya,” ujarnya.

Dia turut berpesan agar semangat belajar Al-Qur’an terus dijaga dalam kondisi apa pun karena Al-Qur’an adalah pedoman hidup, obat hati sekaligus penolong di akhirat kelak.
Selain membagikan bantuan, dalam kesempatan itu, pria kelahiran Bukittinggi ini juga memberi tantangan semangat bagi anak-anak yang bisa hafal Surat ad-Dukhan atau as-Sajdah.
“Yang hafal surat al-Mulk (ad-Dhukhan) atau as-Sajdah sebulan ke depan dapat hadiah Umroh bersama orang tuanya. Mau?,” kata Yulius diikuti suara riuh tanda kesanggupan mereka untuk menghafal.

Yulius, menjelaskan apa yang dilakukannya semata untuk menjaga semangat belajar serta mengajak para orang tua agar tak henti mendorong anaknya belajar Al-Qur’an.
Saat membagikan perangkat alat solat ada momen mengharukan. Hakim Yulius terlihat memakaikan kopiah dan sarung kepada anak pengungsi. Bahkan Yulius memeluknya dengan erat.
Pelukan anak anak ke Hakim Agung Prof Yulius menambah haru suasana malam itu di pengungsian. Diketahui, banjir lahar dingin menerjang sejumlah lokasi di Sumbar pada Sabtu (11/5) lalu.

Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Sabtu (18/5) jumlah korban jiwa akibat banjir lahar dingin Sumatera Barat mencapai 68 orang.
BNPB merincikan, 29 korban berasal dari Kabupaten Tanah Datar, 22 dari Kabupaten Agam, 2 dari Kota Padang Panjang, 2 dari Kota Padang, 1 dari Padang Pariaman, dan 5 lainnya masih belum teridentifikasi. Saat ini, masih ada 14 orang yang hilang dan belum ditemukan.

Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian, dengan fokus di Kabupaten Tanah Datar (13 orang) dan Kabupaten Agam (1 orang).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *