oleh

Merusak Ginjal dan Jantung, BPPOM Jakarta Imbau Masyarakat Proaktif Awasi Obat Bahan Alam Mengandung BKO

JAKARTA – Masyarakat diimbau agar turut proaktif mengawasi peredaran Obat Bahan Alam (OBA) yang mengandung bahan kimia obat (BKO) yang bisa membahayakan kesehatan. Kalau melihat ada pelanggaran di lapangan, masyarakat diminta untuk melaporkan kepada petugas terkait.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) DKI Jakarta Sofiani Candrawati. “Kini ada kecenderungan OBA yang mengandung BKO ditemukan di pasaran. Untuk itu masyarakat harus lebih waspada dan secara proaktif turut mengawasi peredaran barang berbahaya tersebut,” kata Sofiani usai melakukan  sosialisasi pemberdayaan obat dan makanan di Jakarta,  Rabu (6/11).

Menurut Sofi, pemanfaatan OBA oleh masyarakat semakin meningkat sejak COVID-19. Seiring dengan itu, ditemukan adanya kandungan BKO dalam sejumlah produk yang beredar di pasaran. “Pemanfaatan BKO dalam OBA berpotensi memicu penurunan derajat kesehatan masyarakat. Efek potensial mengakibatkan  gagal ginjal dan sakit jantung,” paparnya.

Sofi menambahkan, pihaknya terus berupaya meningkatkan pemahaman dan literasi masyarakat tentang risiko pemanfaatan OBA mengandung BKO yang tidak terjamin keamanannya. “Tujuannya, agar mereka bisa menjauhi OBA yang mengandung BKO,” tandasnya.

Selain menyasar masyarakat, ucap Sofi, pihaknya juga mengimbau pelaku usaha untuk tidak mencampurkan BKO dalam produk OBA supaya produk tersebut terjamin keamanan dan manfaatnya. Pada 2023 lalu BPPOM Jakarta telah melakukan pengawasan dan pengujian terhadap 426 sampel produk OBA di pasaran. “Hasilnya, ditemukan delapan produk atau sekitar 1,73 persen ditemukan mengandung BKO,” bebernya.

Pada periode yang sama, lanjut Sofi, pihaknya juga melakukan pengawasan terhadap depo jamu di 32 lokasi. Hasilnya didapati 268 item dengan jumlah total 2.743 pieces jamu produk OBA mengandung BKO.  Lalu, pada tahun ini dilakukan pengawasan dan pengujian 229 sampel produk OBA dan hasilnya ada dua produk atau sekitar 0,87 persen masih mengandung BKO. Sedangkan dari pengawasan 24 sarana depot jamu, ditemukan 176 item mengandung dengan jumlah total 2.071 pieces produk. (jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *