oleh

Sumbang Devisa Rp227 Triliun, Menko PM: Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Harus Jadi Prioritas

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa negara harus hadir dan memberikan perhatian serius dalam melindungi Pekerja Migran Indonesia (PMI). Pernyataan tersebut disampaikannya dalam Rapat Koordinasi dengan Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia/Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (Menteri PPMI/Kepala BP2MI) Abdul Kadir Karding, di Kantor Kemenko PM di Jakarta.

Muhaimin mengungkapkan bahwa kontribusi PMI terhadap perekonomian nasional sangat besar, terutama melalui devisa yang mereka hasilkan. “Pada tahun 2023, devisa yang disumbangkan oleh PMI mencapai angka fantastis, yaitu Rp 227 triliun. Ini menunjukkan betapa besar peran PMI dalam mendukung ekonomi negara,” ujarnya.

Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa perlindungan bagi para ‘pahlawan devisa’ ini harus menjadi perhatian utama pemerintah. Menurut Muhaimin, perlindungan tersebut harus mencakup semua aspek, mulai dari persiapan keberangkatan, rekrutmen, hingga penempatan dan perlindungan di negara tujuan, serta pendampingan saat mereka kembali ke Tanah Air.

“Kita berharap semua kementerian, lembaga, dan pihak terkait, seperti Kapolri, Kementerian Luar Negeri, dan instansi lainnya, benar-benar memberikan perhatian khusus untuk melindungi PMI. Perlindungan ini harus dilaksanakan secara terpadu dan menyeluruh,” katanya di Jakarta, Rabu (6/11).

Muhaimin juga mengapresiasi peran Kementerian PPMI/BP2MI dalam mengoordinasikan perlindungan PMI. Ia berharap sinergi yang terjalin antara berbagai pihak dapat semakin memperkuat upaya pemberdayaan PMI. “Mulai dari peran pemerintah daerah dalam mempersiapkan keberangkatan PMI, hingga upaya diplomasi Kementerian Luar Negeri di negara tujuan, semua harus berjalan dengan baik dan saling mendukung,” tambahnya.

Menko PM menekankan pentingnya pemberdayaan purna PMI setelah mereka kembali ke Indonesia. Ia mengusulkan agar para purna PMI terkoneksi dengan berbagai unit kegiatan ekonomi seperti UMKM, koperasi, ekonomi kreatif, dan lembaga ekonomi lainnya. “Kita harus bersinergi agar pengalaman mereka selama bekerja di luar negeri bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan ekonomi dalam negeri,” tegasnya.

Menurut Muhaimin, pengalaman dan keterampilan yang didapatkan PMI di luar negeri adalah aset yang sangat berharga. “Kita harus membuka kesempatan seluas-luasnya bagi mereka untuk berkarya dan berkontribusi di dalam negeri,” pungkasnya. (din/jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *