oleh

Hukuman Bagi yang Menyombongkan Kekayaan

KETIKA gigi dirusak kuman, apa yang terjadi? Ketika pohon diserang hama, apa yang terjadi? Tentunya gigi akan rusak dan berlubang … dan pohon akan mati.

Begitu juga yang dilakukan sifat sombong, ‘ujub (merasa bangga), angkuh terhadap orang lain. Kesombongan adalah penyakit yang mematikan bagi banyak hal. Dia adalah penyakit bagi akal, ilmu, niat ikhlas, dan kemajuan. Betapa banyak ilmuwan yang telah mencapai derajat yang tinggi dalam ilmu pengetahuan, lalu dia merasa bangga dengan ilmunya sehingga dia pun berhenti berusaha untuk menambah ilmunya, dan akhirnya dia diungguli oleh orang lain. Betapa banyak orang yang berakhlak mulia, lalu dia merasa bangga dengan akhlak dirinya sehingga akhirnya dia menjadi orang yang menyimpang dari akhlak yang mulia.

Oleh karena itu, jangan kita merasa bangga, sombong, angkuh dengan diri kita, walaupun kita mempunyai ilmu, fisik, akhlak, kedudukan, dan kekayaan yang melimpah. Karena, sifat tersebut akan menurunkan grafik prestasi. Salah seorang sahabat berkata, “Merasa bangga mencegah peningkatan dan adalah lawan kebenaran serta penyakit bagi akal. Keburukan yang menyebabkan engkau menyesal itu lebih baik dibandingkan kebaikan yang membuatmu bangga. Barangsiapa yang merasa kagum dengan pendapatnya maka dia telah sesat.”

Kesombongan merupakan salah satu sifat yang paling dibenci Islam, sebaliknya sikap rendah hati adalah salah satu yang paling disukai. Tentang ajaran yang satu ini Rasulullah Saw. bersabda,” Seorang lelaki dari kalangan umat terdahulu sebelum kalian keluar dengan memakai perhiasannya; ia berjalan dengan penuh kesombongan. Lalu Allah memerintahkan kepada bumi untuk menghukumnya, lalu ia ditelannya hingga amblas sampai hari kiamat nanti.” (HR. Turmudzi melalui Amr ibnul ‘Ash).

_Yahkhtaalu_ _fiihaa_ : berjalan dengan congkak seraya memamerkan semua kekayaannya. Pada zaman dahulu terdapat seorang lelaki yang kaya raya, ia gemar memamerkan kekayaannya kepada kaumnya, tetapi ia sangat kikir dan tidak mau menunaikan kewajiban zakat yang ada pada hartanya, maka Allah melaknatnya, lalu ia ditelan oleh bumi hingga amblas ke dalamnya, ia terus menerus amblas ke dalam bumi hingga hari kiamat nanti. Dalam hal ini Allah Swt. telah berfirman, “Sesungguhnya Qarun termasuk kaum Musa, tetapi ia berlaku zalim terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya, “Janganlah engkau terlalu bangga. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang membanggakan diri.” (QS. Al-Qasas, 28:76).

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam telah bersabda. “Sesungguhnya Allah Swt. masih mau memandang kepada orang kafir, tetapi Dia tidak mau memandang kepada orang yang bangga akan dirinya. Sesungguhnya Nabi Sulaiman ibnu Nabi Daud menaiki angin seraya duduk bersandar, lalu ia merasa ‘ujub (merasa bangga) dan sombong dalam hatinya, maka dia dicampakkan hingga jatuh ke tanah.” (HR. Thabrani).

Orang yang sombong, takabur dan merasa bangga diri adalah orang yang dimurkai Allah. Oleh karena itu disebutkan oleh hadits ini bahwa Allah masih mau berbelaskasihan kepada orang kafir, tetapi Dia tidak mau mengasihani orang yang bersifat sombong, takabur. Tiada sekali-kali
iblis diusir dari surga melainkan karena ia bersikap sombong membangkang perintah-Nya yang menyuruhnya agar bersujud kepada Nabi Adam a.s.

Dalam hadits lain Rasulullah Saw. bersabda, “Selagi orang berjalan dan merasa bangga dengan tutup kepala dan kedua baju rangkapnya maka tiba-tiba dia dibenamkan ke dalam tanah lalu dia bergelimang di dalam tanah sampai hari kiamat.” (HR. Muslim). Dalam hadits yang lain disebutkan. “Barang siapa memanjangkan pakaiannya (sehingga menyeret di tanah) karena kesombongannya maka Allah tidak akan memandangnya kelak pada hari kiamat.” (HR.Al-Bukhari dan Muslim). Hadits ini, maksudnya bahwa pada hari kiamat nanti Allah sangat murka kepada orang yang suka menyeret pakaiannya. Maka perbuatan ini termasuk dosa besar yang dapat mencelakakan seseorang. Juga dalam hadits yang lainnya disebutkan, “Barang siapa membanggakan dirinya sendiri dan berjalan dengan angkuh maka dia akan menghadap Allah dan Allah murka kepadanya.” (HR. Ahmad).

Dalam hadits yang senada Rasulullah Saw. bersabda, “Janganlah kamu memakai kain sutera, janganlah minum di bejana perak dan bejana emas, dan janganlah kamu makan dengan piring emas. Karena perak dan emas itu untuk orang-orang kafir di dunia, tapi untuk kamu di akhirat nanti.” (HR. Bukhari dan Muslim). Dalam hadits yang lain dinyatakan, “Sesungguhnya orang yang memakai sutera di dunia itu hanyalah orang yang tidak memperoleh bagian (sutera) di akhirat.” (HR. Syaikhain melalui Ibnu Umar r.a.)
Barang siapa di antara kaum lelaki memakai kain sutera di dunia, kelak ia tidak akan memakainya di akhirat. Hadits ini memperingatkan kaum lelaki agar jangan memakai kain sutera karena kain sutera haram hukumnya bagi kaum lelaki. Dalam hadits lain disebutkan bahwa Nabi Saw telah bersabda, :Sesungguhnya kedua barang ini diharamkan bagi kaum lelaki umatku.” Peringatan yang dikandung dalam hadits ini ditujukan hanya bagi kaum laki-laki saja.

Rasulullah saw telah bersabda, “Barang siapa menginginkan agar orang-orang berdiri menghormatinya, maka hendaknya ia bersiap-siap untuk menyambut tempatnya di neraka.” (HR. Ahmad melalui Muawiyah). Orang yang gila hormat dan sombong diancam oleh hadits ini, bahwa kelak di hari kemudian ia akan menempati tempat tinggi yang telah disediakan untuknya di neraka. Dalam hadits yang lain disebutkan, “Barangsiapa merasa besar diri dan bersikap sombong sewaktu berjalan, niscaya ia akan menemui Allah dan Dia dalam keadaan murka kepadanya.” (HR. Bukhari melalui Ibnu Umar r.a.). Allah Swt, tidak akan memberikan rahmat-Nya kepada orang yang bersifat sombong, bahkan sebaliknya Allah akan menimpakan murka terhadapnya. Maka orang yang sombong ialah orang yang dijauhkan dari rahmat-Nya. Dalam hadits yang lain disebutkan bahwa, “ Neraka dan surga saling berbantahan. Neraka mengatakan, “Aku dipilih untuk menjadi tempat bagi orang-orang yang sombong dan orang-orang yang angkara murka.”

Nabi Muhammad saw. bersabda, “Ada dua macam mabuk (kelalaian) yang hampir menimpa kalian, yaitu: mabuk karena cinta duniawi dan cinta kebodohan (dalam masalah agama). Di masa itu kalian tidak ber-amar ma’ruf dan ber-nahi munkar, dan orang-orang mengamalkan Alquran dan Sunnah (mendapat pahala) sama dengan orang-orang yang terdahulu dari kalangan para Muhajirin dan kaum Anshar.” (HR. Abu Na’im melalui Aisyah r.a.).

Sudah dekat masanya bagi manusia akan tertimpa dua hal yang melalaikannya, yaitu lalai karena cinta kepada kehidupan dan cinta duniawi, dan yang kedua ialah karena cinta kepada hal- hal yang menjerumuskan diri manusia kepada kejahilan. Atau dengan kata lain dalam waktu dekat manusia akan tertimpa dua hal yang menyebabkan manusia lupa kepada akhirat. Kedua
hal tersebut adalah cinta kepada kehidupan dunia dan cinta kepada hal-hal yang bertentangan dengan ajaran Alquran serta Sunnah Rasul.

Rasulullah saw. bersabda, “Orang yang memiliki dua Dirham hisabnya lebih berat daripada orang yang hanya memiliki satu Dirham, dan orang yang memiliki dua Dinar hisabnya lebih berat daripada orang yang hanya memiliki satu Dinar.” (HR. Baihaqi melalui Abu Dzarr secara Mauquf). Hisab atau perhitungan kelak di hari kemudian disesuaikan dengan jumlah kekayaan yang dimiliki oleh setiap orang, semakin sedikit harta kekayaan seseorang, semakin ringan hisabnya; dan semakin banyak harta seseorang, maka semakin berat pula hisabnya. Oleh karena itu, dikatakan bahwa di dunia yang halalnya saja akan mendatangkan hisab, apa lagi harta yang mendapatkannya melalui haram, maka akan mendatangkan siksaan. Hadist ini menganjurkan kepada kita agar ber-zuhud terhadap perkara duniawi. Dan seandainya rezeki kita diluaskan oleh Allah Swt. hendaknyalah kita tidak sayang-sayang menginfakkannya di jalan yang diridhai oleh-Nya tanpa melalaikan hak-hak yang ada padanya.

Dalam hadits yang lain Nabi Muhammad Saw. bersabda, “Merupakan suatu ketetapan dari Allah bahwa tidak sekali-kali sesuatu pun dari perkara duniawi terangkat melainkan Dia pasti bakal merendahkannya.” (HR. Imam Bukhari). Tiada sesuatu pun di dunia ini yang terus menerus berjaya, melainkan pada suatu saat ia pasti, jatuh juga karena memang demikianlah sunnatullah di dunia ini. Dunia berputar dengan para penghuninya, yang tadinya kaya menjadi jatuh miskin dan yang tadinya miskin menjadi kaya. Yang tadinya pejabat menjadi bawahan. Oleh karena itu, jangan kita bersikap sombong dan takabur. Barang siapa yang sombong, niscaya Allah akan membuatnya terhina.

Rasulullah saw bersabda, “Allah azza wa jalla berfirman, ‘Kesombongan adalah selandang-Ku dan keangkuhan merupakan pakaian-Ku. Oleh karena itu barangsiapa yang menyaingi-Ku atau merenggut salah satunya dari sisi-Ku, maka akan Aku lemparkan ke dalam neraka.” (HR. Ibnu Majah melalui Ibnu Abbas r.a.).

Tiada seorang pun yang diperbolehkan takabur dan besar diri karena kedua sifat ini hanyalah milik Allah semata, tiada seorang pun di antara makhluk-Nya yang berhak menyandang kedua sifat itu. Barang siapa yang menyandang salah satu di antara keduanya maka Allah akan mencampakkannya ke dalam neraka Jahannam. Bahkan dalam salah satu hadits telah disebutkan, sesungguhnya neraka Jahannam meminta perlindungan kepada Allah Swt. dari Al- Falaq. Al-Falaq adalah nama sebuah penjara yang terdapat di dalam neraka Jahannam, di tempat tersebutlah disekap orang-orang yang bersifat takabur dan besar diri atau membanggakan diri. Tidak sekali-kali dikatakan demikian karena siksaan yang terdapat di dalam penjara itu sangat mengerikan dan sangat menyakitkan sehingga siksaan yang ada di neraka Jahannam tidak berarti apa-apa bila dibandingkan dengan siksaan yang ada di dalam penjara Al-Falaq. Sombong dan membanggakan diri atau merasa bangga diri termasuk salah satu di antara dosa-dosa besar. *Wallahu* ‘ *alam* *bish-shawab* .

Drs H Karsidi Diningrat M.Ag

* Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN SGD Bandung.
* Mantan Ketua PW Al Washliyah Jawa Barat

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *