oleh

Islam Adalah Agama Sempurna

ISLAM adalah agama yang diwahyukan oleh Allah Swt. kepada Nabi dan Rasul-Nya Muhammad bin ‘Abdullah melalui al-Qur’an dimana diakui pula kebenaran Kitab Taurat dan Injil. Sebagai penutup semua agama. Islam adalah agama Allah yang isinya meliputi seluruh urusan kehidupan manusia yang inti ajarannya adalah untuk menciptakan kesejahteraan dan kebahagiaan seluruh umat manusia bukan hanya di dunia tetapi juga di akhirat.

Allah Swt. mengutus Muhammad Saw. untuk seluruh umat manusia, tidak semata-mata untuk bangsanya, bangsa Arab. Allah Swt. berfirman di dalam al-Qur’an, “Kami tidak mengutus kamu, melainkan sebagai (Rasul) bagi seluruh umat manusia, supaya kamu dapat memberi mereka kabar gembira (bagi yang berbuat baik) dan peringatan bagi yang durhaka. Sayang, kebanyakan manusia tidak memahaminya.” (QS. Saba’, 34: 28). Dalam firman-Nya yang lain dikatakan, “Hai Nabi! Sesungguhnya Kami mengutusmu itu untuk menjadi saksi, dan pembawa kabar gembira, serta pemberi peringatan,” (QS. Ahzab, 33: 45). “Katakanlah: Wahai manusia, sesungguhnya aku ini diutus kepada kalian semuanya sebagai Rasul Allah.” (QS. A’raf, 7: 158).

Allah subhanahu wa taala telah berfirman, “Dialah yang mengutus Rasulnya dengan membawa petunjuk (Al-Qur’an)dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang-orang musyrik benci.” (QS. Ash-Shaff, 61: 9).

Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman, “Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridha Islam sebagai agamamu.” (QS. Al-Maidah, 5:3). “Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam …” (QS. Ali Imran, 3:19). “Barangsiapa mencari agama selain dari agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (QS, Ali Imran, 3: 85).

Dalam suatu riwayat disebutkan, “bahwa Malaikat bertanya kepada Rasulullah Saw. tentang Islam dan tentang Iman dan juga ditanyakan tentang Ihsan; tiga pertanyaan tersebut dijawab oleh Rasulullah dengan jelas. Dia bertanya lagi tentang Assa’ah (azab Kiamat), kemudian Dia bertanya lagi tentang tanda-tandanya, juga oleh Rasululah di jawab dengan jelas.” (HR. Muslim). Dalam suatu riwayat disebutkan bahwa, “Islam ya’lu wala yu’la ‘alaih. Islam meninggi, tiada satu ajaran pun yang mengatasi ketinggiannya.”

Dari hadits tersebut di atas menandakan bahwa Islam dikatakan sempurna karena tidak lepas dari ajaran-ajarannya. Agama, religi dan din pada umumnya merupakan suatu “sistema credo” atau “tata keimanan” atau “tata keyakinan” atau “tauhid” atas adanya sesuatu Yang Mutlak di luar manusia. Selain itu, ia juga merupakan suatu “sistema ritus” atau “tata peribadatan” manusia kepada sesuatu yang dianggap Yang Mutlak, juga sebagai “sistema norma” atau “tata kaidah” yang mengatur hubungan antara manusia dan manusia serta antara manusia dan alam lainnya sesuai dan sejalan dengan tata keimanan dan tata peribadahan.

Islam dan Iman pada hakikatnya adalah satu tidak mungkin dipisah-pisahkan. Bila ditelusuri dalam nash-nash Al-Qur’an dan hadits yang menyangkut masalah Islam dan iman akan secara jelas kita dapati bahwa keduanya saling memperkuat dan berjalan seiring. Iman adalah akidah yang berintikan tauhid wahdaniah atau keesaan Allah Swt. Keesaan Allah dalam zat, sifat dan kekuasaan-Nya. Sedangkan Islam membidangi masalah syariat dan peraturan yang berintikan amal ibadah nyata. Baik syariat dan aturan-aturan yang menyangkut ibadah khusus kepada Allah Swt maupun amalan shaleh kepada sesama manusia, sebagaimana yang tercantum dalam rukun iman dan Islam.

Hal senada yang diungkapkan oleh G.H. Jansen mengatakan, “Islam bukanlah sebuah agama dalam pengertian umum yang salah itu. Artinya Islam bukanlah agama yang hanya menyangkut kehidupan pribadi manusia. Islam adalah cara hidup total yang menyangkut seluruh sisi kehidupan manusia. Ajarannya merupakan petunjuk hidup yang menyangkut seluruh bidang kehidupan: baik pribadi maupun masyarakat, baik material maupun moral, baik ekonomi maupun politik, baik hukum maupun budaya, baik nasional maupun internasional”.

Lebih lanjut GH. Jansen mengatakan, “Islam bukan sekedar agama”, tetapi suatu cara hidup total mencakup agamawi dan duniawi. Islam itu suatu sistim keyakinan dan juga suatu sistim peribadatan. Ia adalah suatu sistim hukum yang luas dan menyeluruh. Ia pun membentuk suatu kebudayaan serta peradaban. Islam juga suatu sistim ekonomi, suatu cara untuk melakukan perdagangan, tata politik serta tata cara pemerintahan. Islam adalah suatu sistim masyarakat yang khas dan suatu cara mengatur keluarga yang tersendiri, mengatur cara membagi warisan dan melaksanakan perceraian, cara berpakaian dan tata cara bergaul, tata cara makan dan cara menjaga kesehatan diri. Islam adalah sebuah totalitas, baik yang spiritual maupun manusiawi, baik dunia maupun akhirat”.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah bersabda, “Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Nabi Muhamamad adalah utusan Alllah, dan mereka mendirikan shalat, serta membayar zakat. Apabila mereka telah mengerjakan hal tersebut, berarti mereka telah memelihara darah dan harta benda mereka dariku, kecuali karena hak Islam, sedangkan hisab mereka berada pada Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim melalui sahabat Abu Hurairah r.a.).

Dan dalam hadis yang lain dinyatakan, “Islam ialah, hendaknya engkau menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun, mendirikan shalat, membayar zakat yang difardhukan, bershaum di bulan Ramadhan, dan menunaikan ibadah Haji ke Baitullah.” (HR. Syaikhan). “Iman ialah, hendaknya engkau percaya kepada Allah, para Malaikat-Nya, Kitab-Nya (Al-Qur’an), percaya kepada pertemuan dengan-Nya, percaya kepada Rasul-Rasul-Nya dan percaya kepada Hari Berbangkit.” (HR. Syiakhan melalui Abu Hurairah r.a.). “Islam dibangun di atas lima perkara yaitu, bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah; mendirikan shalat; membayar zakat, menunaikan haji ke Baitullah; dan bershaum pada bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari dan Muslim melalui Ibnu Umar r.a.).

Islam adalah agama dan syariat para nabi dan rasul Allah Swt. Dijelaskan dalam firman-Nya dalam surat Ali Imran ayat 19: “Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam.” Dalam hal ini Sayyid Sabiq membuat definisi sebagai berikut, “Islam adalah syariat dan akidah. Dan syariat ialah yang berkaitan dengan ibadah, akhlak, muamalah serta masalah-masalah yang berhubungan dengan perkawinan dan rumah tangga; juga yang berhubungan dengan hukum pidana dan perdata serta soal-soal pemerintahan. Sedangkan akidah ialah yang berhubungan dengan masalah-masalah ketuhanan, kenabian, kebangkitan dan perhitungan’ akidah juga akan membahas masalah hal-hal gaib di sisi Allah Swt.”

Secara ringkas dapat disimpulkan bahwa Islam merupakan peraturan dan undang-undang yang mengatur seluruh segi kehidupan manusia untuk mencapai hakikat makna kehidupan ini.

Islam sebagai agama para nabi, rasul dan seluruh umat manusia, sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah Swt, “Jika kamu benar-benar beriman kepada Allah, maka bertakwalah kepada-Nya, jika kamu benar-benar orang yang berserah diri (Islam).” (QS. Yunus: 84). Dan dalam firman Allah Swt. yang lain dinyatakan, “Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian juga Ya’kub, (Ibrahim berkata), “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam.” (QS. Al-Baqarah, 2:132). “Katakanlah, Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami, dan kepada apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub dan anak cucunya, dan kepada apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta kepada apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka, dan kami berserah diri kepada-Nya.” (QS. Al-Baqarah, 2: 136).

Dalam firman-Nya yang lain disebutkan, “Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia pun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus. Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya.” (QS. An-Nisaa, 4:125).

Dari rangkaian sejarah tentang wasiat yang diberikan oleh para nabi dan rasul sejak Nabi Adam hingga Nabi Isa dan Nabi Muhammad, tampaklah mereka menyuruh umat manusia untuk memeluk agama Islam. Sebab Islamlah agama yang haq di sisi Allah. Agama yang hanya menyembah Allah Swt, bukan menyembah selain-Nya. Agama yang berlandaskan prinsip tauhid.

Beberapa rasul dan kitab sebelum Islam, diturunkan Allah adalah untuk disampaikan kepada satu umat tertentu dan dalam masa tertentu pula. Bukan untuk selamanya dan untuk disebarkan semakin luas. Allah telah menurunkan kitab-kitab-Nya kepada bangsa tertentu sesuai dengan kebutuhan manusia saat itu, dan Allah Maha Mengetahui tentang segalanya.

Islam adalah agama fitrah sesuai dengan kejadian manusia itu sendiri. Sejak manusia berada di dalam rahim ibunya, tiada seorang pun yang menyangkal tentang Islam. Dalam hal ini Allah Swt., telah berfirman, “Dan ingatlah, ketika Tuhan-Mu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman), “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab. “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.” (Kami lakukan demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan, “Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (Keesaan Tuhan).” (QS. A’raf, 7: 172).

Dalam firman-Nya yang lain, “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS. Ar-Ruum, 30: 30).

Jadi, hanya ada satu agama yang benar di sisi Allah, yaitu Islam. Semua agama selain Islam adalah agama batil, atau agama benar yang telah diselewengkan sehingga ia tetap batil dan tidak dianggap sebagai agama Allah. Semua kebenaran yang terdapat dalam agama yang disebut terakhir ini sudah termaktub dalam kandungan ajaran Islam secara lebih bersih dan tanpa sedikit pun dicampuri kebatilan. Islam agama sempurna berlaku di dunia bukan berlaku di akhirat. Di akhirat tidak dituntut untuk melakukan amar makruf nahi munkar, tidak dituntut untuk beramal saleh. Di akhirat merupakan tempat balasan bukan tempat amalan. Wallahu A’lam bish-Shawwab.

Drs.H.Karsidi Diningrat, M.Ag

* Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN SGD Bandung
* Wakil Ketua Majelis Pendidikan PB Al Washliyah.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.