RASULULLAH shalallahu alaihi wa sallam telah bersabda, “Perkataan yang paling disukai Allah Swt. ada empat, yaitu: _Subhaanallaah_ (Maha Suci Allah), _Alhamdulillaah_ (segala puji bagi Allah), _Laa_ _ilaaha_ _illallaahu_ (Tiada Tuhan selain Allah), dan _Allaahu_ _Akbar_ (Allah Maha Besar). Tiada mengapa (boleh) dengan yang mana saja kamu memulainya.” (HR. Ahmad melalui Samurah ibnu Jundub).
Dalam hadits ini disebutkan secara lengkap kalimah-kalimah yang paling disukai Allah Swt. yaitu _Subhaanallaah_ ; _Alhamdulillaah_ ; _Laa_ _ilaaha_ _Illallaah_ ; _Allaahu_ _Akbar_ . Keempat kalimat tersebut apabila diucapkan maka pelakunya mendapat pahala yang besar karena kalimat-kalimat tersebut merupakan amal saleh yang kekal pahalanya.
Di dalam sebuah riwayat dari Rasulullah Saw. mengenai dzikir di atas, beliau bersabda, “Sesungguhnya ia adalah sebaik-baik ucapan dan yang paling dicintai Allah Swt.”
Dalam hal ini Allah Swt telah berfirman, “Tetapi amalan-amalan kebajikan yang terus menerus adalah lebih baik pahalanya di sisi Rabb-mu serta lebih baik untuk menjadi harapan.” (QS. Al-Kahfi, 18:46).
Dalam hadits lain disebutkan, “Hendaknýa kamu mengucapkan kalimah _Subhaanallaah_ , _Walhamdulillaah_ , _Walaa_ _ilaaha_ _Illallaah_ , _Wallaahu_ _Akbar_ . Hal itu lebih Aku sukai daripada apa yang disinari oleh matahari.” Makna yang dimaksud ialah bahwa mengucapkan kalimah-kalimah tersebut lebih disukai oleh Nabi Saw. daripada dunia dan seisinya karena dunia dan isinya pasti fana (lenyap) sedangkan pahala kalimah-kalimah tersebut tetap abadi di sisi Allah untuk para pelakunya.
Di dalam riwayat yang lain, Nabi Saw. pernah berkisah, katanya: Pada malam aku diisra’kan (naik ke langit), aku telah bertemu dengan Nabi Ibrahim as., lalu beliau berkata, “Wahai Muhammad! Sampaikan salamku pada umatmu dan beritahu mereka, bahwa surga itu subur tanahnya, tawar airnya, dan ia seperti persawahan yang menjadi tanamannya ialah, Subhanal-Lah wal-hamdu lil-Lah wa la ilaha illal-Lah wal-Lahu Akbar”. Kemudian, beliau berkata lagi tentang empat perkataan ini yaitu, “Barangsiapa mengucapkannya, akan ditanamkan baginya tiap-tiap perkataan sebatang pohon, yakni di dalam surga.”
Sekali waktu, Rasulullah Saw. bersabda kepada Abu Darda’, “Ucapkanlah, Subhanal-Lah wal-hamdu lil-Lah wa la ilaha illal-Lah wal-Lahu Akbar, wa la haula wa la quwwata illa bil-Lahil-‘Aliyyil-‘Azhim, karena ia akan mengugurkan semua dosa seperti gugurnya daun dari pohon.”
Dalam hadits lain Nabi Muhammad Saw. bersabda, “Perkataan yang paling disukai Allah ialah hendaknya seseorang hamba mengucapkan kalimat, ” _Subhaanallaah_ _wabihamdihi_ ” (Maha suci Allah dengan segala puji-Nya).” (HR. Turmudzi melalui Abu Dzarr r.a.).
Hadits ini menerangkan tentang keutamaan bertasbih kepada Allah Swt. Bertasbih artinya menyucikan Allah Swt. dengan mengucapkan kalimah _Subhaanallaah_ _Wabihamdihi_ . Dalam hadits lain disebutkan, “Dua kalimah yang ringan diucapkan lisan, tetapi berat dalam timbangan (amal kebaikan), yaitu _Subhaanallaah_ _Wabihamdihi_ .” Bertasbih kepada Allah pahalanya besar, kelak dihari kemudian amal kebaikan pelakunya menjadi bertambah berat karena dua kalimat tersebut.
Dalam hadits yang lain beliau bersabda, “Menyempurnakan wudhu adalah bagian dari iman; bacaan hamdalah ( _Alhamdulillah_ : segala puji bagi Allah) dapat memenuhi mizan (timbangan amal perbuatan); tasbih ( _Subhaanallaah_ : Maha suci Allah); dan takbir ( _Allaahu_ _Akbar_ : Allah Maha Besar) dapat memenuhi langit dan bumi. Salat adalah nur (cahaya), zakat adalah bukti, sabar adalah penerang, dan Al-Qur’an adalah hujjah bagimu atau hujjah terhadapmu. Setiap manusia berupaya di pagi hari, maka barangsiapa yang menjual dirinya (demi mencapai keridhaan Rabbnya) berarti ia memerdekakannya (dari neraka), atau membinasakannya (bila ia menjual dirinya demi kerelaan setan)”. (HR. Ibnu Hibban melalui Abu Malik al-Asy’ari).
Menyempurnakan wudhu artinya mengerjakan wudhu dengan baik berikut sunat-sunatnya. Hal ini dikatakan sebagian daripada iman karena dalam hadits yang lain disebutkan bahwa kebersihan itu adalah sebagian dari iman.
Bacaan _Alhamdulillaah_ pahalanya dapat memenuhi timbangan amal baik orang yang mengerjakannya. Bacaan _tasbih_ dan _takbir_ , yakni _Subhaanallaah_ dan _Allaahu_ _Akbar_ , pahalanya dapat memenuhi langit dan bumi. Salat adalah nur atau cahaya yang memancar dari diri pelakunya, baik di dunia maupun di akhirat. Zakat merupakan bukti bagi keimanan seseorang, sabar merupakan sinar yang menerangi pelakunya kelak di hari kiamat, dan Alqur’an merupakan hujjah yang bermanfaat bagi manusia, atau Alquran balik menjadi hujjah yang menyerang manusia.
Setiap orang berpagi hari untuk mencari penghidupannya. Barangsiapa yang menjual dirinya demi kerelaan Allah Swt., berarti ia memerdekakannya dari api neraka. Dan barangsiapa yang menjualnya untuk kepuasan hawa nafsunya, berarti ia membinasakan dirinya karena dirinya kelak akan dijerumuskan ke dalam neraka.
Dalam hal ini Allah Swt. telah berfirman, “Sungguh, usahamu memang beraneka macam; Maka barangsiapa memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertaqwa; Dan membenarkan (adanya pahala) yang terbaik (surga); Maka akan Kami mudahkan baginya jalan menuju kemudahan (kebahagiaan); Dan adapun orang yang kikir dan merasa dirinya cukup (tidak perlu pertolongan Allah); Serta mendustakan (pahala) yang terbaik; Maka akan Kami mudahkan baginya jalan menuju kesukaran (kesengsaraan); Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila dia telah binasa.” (QS. Al-Lail, 92:4-11).
Semoga kita tetap istiqamah senantiasa mengucapkan kalimah-kalimah tersebut untuk menggapai keridhaan-Nya. Wallahu A’lam bish-Shawabi.
Drs.H.Karsidi Diningrat, M.Ag
* Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN SGD Bandung.
* Wakil Ketua Majelis Pendidikan PB Al Washliyah.
* Mantan Ketua PW Al Washliyah Jawa Barat.







Komentar