oleh

DIKPORA AKAN TES URINE PARA PELAJAR

Tes urine anggota Polri
Tes urine anggota Polri

POSKOTA.CO – Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, akan melakukan uji narkoba dengan tes urine terhadap para pelajar untuk mencegah peredaran narkoba di kalangan pelajar.

“Tahun 2015 kami merencanakan akan melakukan tes urine terhadap pelajar pada sejumlah sekolah tingkat SMP dan SMA/SMK yang belum dilakukan tahun ini,” kata Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Mataram H Ruslan Effendy di Mataram, Jumat.

Sejauh ini, kata dia, sekolah tingkat SMP dan SMA/SMK yang telah dilakukan tes urine terhadap pelajarnya sekitar 50 persen, sementara sisanya inilah yang akan dilakukan tes urine untuk tahun berikutnya.

“Kegiatan tes urine dilakukan secara berkala, agar bisa tepat sasaran. Jika kita lakukan secara terus menerus tentu siswa dapat membaca situasi waktu pelaksanaan tes urine, sehingga dikhawatirkan mereka sudah siap duluan,” katanya.

Selain tes urine, kata Ruslan, berbagai upaya pengawasan, pembinaan, sosialisasi tentang Pencegahan, Pemberantasan, Penyahgunaan, Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di kalangan pelajar terus dilakukan, bekerja sama dengan Polda NTB, Polres Mataram dan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Mataram.

Di samping itu, sejak tahun 2012 telah dibentuk sahabat teman sebaya sebanyak 1.000 pelajar yang merupakan perwakilan dari pelajar tingkat SMP, MTs, SMA, SMK dan MA negeri swasta se-Kota Mataram.

“Siswa tingkat SMP dan SMA sederajat itu menjadi penyambung komunikasi tentang bahaya narkoba. Mengingat generasi muda cenderung lebih mudah dan sangat rentan terpengaruh sehingga dapat menyeret mereka ke hal-hal yang berdampak negatif,” ujarnya.

Selain itu, Dikpora telah melakukan koordinasi secara maksimal dengan kepala sekolah dan guru untuk peningkatan pengawasan, bahkan setiap hari Jumat, semua sekolah melaksanakan kegiatan peningkatan iman dan takwa (imtaq), bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Dengan harapan, para pelajar dapat melakukan hal-hal yang yang lebih positif dan kreatif serta menjauhi narkoba dan sejenisnya,” katanya Sebelumnya, Ruslan mengatakan, selama tahun 2014 ini tercatat dua pelajar di daerah itu yang terkena kasus narkoba.

Dua pelajar tersebut sudah mendapatkan pembinaan dari pihak sekolah, namun dia tidak bisa menyebutkan asal sekolah mana pelajar itu.

Ruslan yang enggan menyebut data lengkap dua pelajar itu mengatakan, dalam hal ini sekolah tidak dapat memberikan sanksi hanya memberikan pembinaan khusus, namun terkait dengan tindakan rehabilitasi hal itu menjadi ranah BNNK Mataram.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *