oleh

6 RAMPOK SADIS DI SUKABUMI TERUS DIBURU

Empat rampok bank sadis
Empat rampok bank sadis

POSKOTA.CO – Enam rampok yang kabur saat digrebeg terus diburu. Keenamnya merupakan sindikat yang sudah diincar anggota Polres Sukabumi dan Polda Jabar, karena para pelaku tersebut tidak hanya beraksi di belasan TKP di Sukabumi saja tetapi juga di beberapa wilayah hukum Polda Jabar seperti Karawang.

Kasat Reskrim Polres Sukabumi, AKP Galih Wisnu Pradipta kepada Antara, Kamis mengungkapkan, para pelaku merupakan residivis yang sudah sering keluar masuk penjara bahkan sudah ada lebih dari 10 kali dipenjara karena terjerat kasus yang sama.

Selain itu, pihaknya juga masih melakukan pengembangan terhadap kasus curas dan memintai keterangan dari para tersangka yang berhasil ditangkap yakni:
o. Odong,41,
o. Maman,61,
o. Hendra,30,
o. Dading,30, mati ditembak

“Dalam melakukan aksinya para tersangka mengincar rumah, pabrik, gudang dan bank, bahkan setiap melakukan aksinya harta hasil rampokannya mencapai ratusan juta rupiah seperti perampokan yang dilakukan oleh Maman dan Odong yang merampok BPR Sukabumi cabang Cisolok dengan kerugian mencapai Rp600 juta,” tambahnya.

Ia mengatakan barang bukti yang disita dari para pelaku yakni satu unit pistol revolver dan enam butir peluru kaliber 38 spesial, golok, kapak, palu godam, linggis, bor, motor dan brangkas hasil kejahatan. Selain itu, sindikat curas merupakan kelompok yang dikenal kejam terhadap korbannya karena tidak segan melukai bahkan membunuh jika melakukan perlawanan.

Sementara, seorang tersangka Maman mengatakan dirinya sudah sering keluar masuk penjara bahkan sudah lupa berapa kali masuk penjara sejak 1986 lalu pada kasus curas ini. Dirinya dan rekannya sengaja mengincar tempat-tempat yang dinilai tersimpan barang berharga yang nilainya puluhan hingga ratusan juta rupiah seperti bank dan pabrik.

“Hasil rampokan itu, kami akan bagi rata seperti untuk digunakan pesta dan sebagian diberikan kepada keluarga. Dalam melakukan perampokan, kami mempunyai tugas masing-masing dan jika ada pengaman kami sekap dan diancam agar tidak melawan,” kata Maman.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *