oleh

Gempur Isu Liar 17 Agustus Rusuh, Menko Polkam: Pembuat Hoaks Diseret ke Hukum, Rakyat Butuh Ketenangan

​JAKARTA – Pemerintah menegaskan sikap keras tanpa kompromi untuk meredam maraknya isu liar dan propaganda media sosial (digital) yang menyebut bulan Agustus, khususnya menjelang Peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2026, akan diwarnai kerusuhan.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia (Menko Polkam RI), Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, memastikan narasi ketakutan tersebut murni berita bohong (hoax), dan negara siap menyeret setiap aktor pembuat maupun penyebar isu provokatif tersebut ke jalur hukum demi menjamin ketenangan rakyat.

​Penegasan komprehensif tersebut disampaikan Menko Polkam usai menggelar rapat koordinasi tingkat tinggi bersama Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Kepala Badan Intelijen Negara (Kepala BIN) Jenderal TNI (Purn/Hor.) Muhammad Herindra, dan Jaksa Agung RI, ST Burhanuddin, di Gedung Utama Kemenko Polkam, Jakarta, Rabu (5/8/2026).

​”Isu liar, disinformasi, fitnah, dan hoax di media sosial ini sangat mengganggu ketenangan masyarakat. Kami sudah berkoordinasi dengan Kapolri dan Jaksa Agung agar tidak ada kompromi! Begitu masuk ranah pidana dan mengganggu kepentingan umum, kami ambil tindakan hukum yang sangat terukur. Sadarlah, bangsa ini butuh ketenangan,” tegas Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago.

​Menko Polkam menepis keras tuduhan serta rumor yang sengaja dihembuskan di media sosial mengenai stabilitas nasional yang goyah menjelang Peringatan HUT Kemerdekaan RI. Kehadiran lima pimpinan tertinggi pengawal keamanan negara menjadi bukti nyata bahwa fondasi stabilitas nasional sangat kokoh.

Menko Polkam memastikan video demonstrasi anarkis yang marak beredar adalah rekaman masa lalu yang disebarkan ulang secara manipulatif. “Video itu saya nyatakan tidak benar. Tidak ada kejadian seperti itu saat ini di Tanah Air,” cetusnya menepis spekulasi liar.

​Dari Jakarta, kota-kota besar, hingga pelosok daerah di seluruh Indonesia dipastikan dalam kondisi aman, tertib, dan berada di bawah kendali penuh aparat TNI-Polri dan jajaran intelijen. Guna menenangkan kecemasan publik akibat teror narasi di media sosial, Menko Polkam membeberkan fakta riil di lapangan. Ia menegaskan bahwa roda perekonomian serta aktivitas keseharian warga tetap berlangsung sangat dinamis tanpa rasa takut.

​”Masyarakat kita tidak seperti yang digambarkan di media sosial. Aktivitas warga di Jakarta dan daerah berjalan normal. Bahkan saya bersama istri pergi ke pasar tradisional dan jalan-jalan ke mal, semuanya aman-aman saja. Mencari tempat parkir di mal saja sekarang sudah sangat sulit karena ramainya warga yang beraktivitas. Mobilitas masyarakat tetap tinggi dan membanggakan,” pamer Djamari Chaniago.
 
​Pemerintah menggarisbawahi bahaya dari kejahatan siber berupa penyebaran rumor dan ujaran kebencian. Selain merusak ketentramannya, hal itu dinilai sebagai upaya mendegradasi mentalitas masyarakat. (Aga/jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *