POSKOTA.CO–Sebanyak 12 orang meninggal dunia secara tragis akibat diberi minuman beracun oleh pria yang mengaku dukun pengganda uang bernama Slamet Tohari. Salah satu korbannya adalah ibu muda yang berhasil diperdaya dukun tersebut.
Kasus pembunuhan berantai ini terungkap bermula dari laporan anak salah satu korban bernama Paryanto ke Polres Banjarnegara pada 27 Maret 2023. Polisi melakukan penyelidikan bermodal laporan tersebut akhirnya perbuatan Dukun Slamet terungkap ke permukaan.
Pada akhirnya, Paryanto ditemukan terkubur di dekat jalan setapak menuju hutan di Wanayasa pada Sabtu (1/4/2023). Berdasar bukti polisi akhirnya menangkap Dukun Slamet.
Penyelidikan berlanjut dengan pengakuan pelaku bahwa dia telah membunuh lima orang lainnya dan mengubur di sekitar lokasi kejadian. “Mayat dikubur Dusun Gulem Banjarnegara. Jadi dia ngaku lima setelah kita bongkar di situ kita temukan 9 mayat,” kata Kapolda Jawa Tengah (Jateng) Irjen Ahmad Luthfi, Rabu (5/4/2023).
Bahkan dua hari lalu, polisi juga memnongkar lagi ada dua. “Semua ada 12 mayat yang telah kita bongkar,” ujar Irjen Luthfi.
Polisi telah membentuk tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk mengidentifikasi korban kejahatan Dukun Slamet. Hingga kini baru satu mayat yang berhasil diidentifikasi, sementara yang lain masih dalam penyelidikan petugas.
“Kita telah membentuk tim DVI yang dipimpin oleh Kabid dokkes di mana hasil pengungkapan DVI satu mayat atas nama Paryanto sudah bisa kita identifikasi. 9 mayat belum teridentifikasi,” tegasnya.
Dari 9 itu terdiri 6 laki-laki dan 3 perempuan yang rata-rata (laki-laki) umur 40 dan 50 tahun. Dan tiga perempuan umur 25 dan 35 tahun,” tuturnya. Slamet Tohari merupakan pria berusia 45 tahun. Dia merupakan warga Kecamatan Cibadak Kabupaten Sukabumi Jawa Barat. Pelaku mengaku dukun yang bisa menggandakan uang.(Omi)







Komentar