oleh

Tim Khusus PLN UID Jabar Pulihkan 719 Gardu Terdampak Banjir dan Longsor di Cianjur – Sukabumi

DEPOK – Jajaran tim khusus PLN Unit Induk Distribusi (UID) Propinsi Jawa Barat setelah turun langshbg ke lokasi bencana di Cianjur dan Sukabumi selama 24 jam penuh berhasil memulihkan sekitar 719 unit gardu dari jumlah total 1.384 unit gardu yang terdampak banjir serta longsor.

“Hingga Kamis siang (5/12) setelah musibah banjir dan tanah longsor di Cianjur maupun Sukabumi tim khusus PLN UID Jabar yang mencapai 300 orang langsung memperbaiki 719 unit gardu darinjumlah total 1.384 unit gardu yang terdampak bencana tersebut,” kata General Manajer PLN UID Jabar, Agung Murdifi usai mendampingi Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Machmuddin meninjau lokasi bencana banjir dan longsor di Cianjur serta Sukabumiumat (6/12).

Selain memperbaiki gardu yang terdampak banir dan tanah longsor tim khusus PLN UID Jabar juga telah memulihkan jaringan listrik kepada 57.977 pelanggan ke rumah masing masing dari jumlah total 140.830 pelanggan yang terkena dampak dari bencana alam tersebut.

Menurut dia, keberadaan tim khusus PLN UID Jabar sesuau instruksi Pj. Gubernur Jabar agar jajaran PLN Jabar dapat secepatnya memulihkan dan memperbaiki jaringan maupun gardu yang terkena dampak bencana banjir maupun longsor.

“Tim khususnya berjjmlah 300 orang siapa siaga bekerja 24 jam, dengan tetap mengutamakan keselamatan, jadi melihat kondisi, kalau tidak hujan mereka akan terus bekerja tapi bila hujan akan berhenti karena keselamatan petugas perlu dipertimbangkan,” katanya.

Diakuinya, memang ada beberapa daerah yang masih mengalami padam aloran listrik karena terkendala badan jalan terputus sehingga tim khusus PLN tidak dapat menuju lokasi tersebut. “Namun tim tetap berusaha mencapai lokasi yang masih padam untuk memastikan keamanan kondisi sebelum menyalakan pasokan listrik, katanya.

Petugas PLN hingga saat ini masih bekerja keras memulihkan pasokan listrik di lapangan, memperbaiki aset-aset kelistrikan PLN yang terdampak dan berkoordjnasi dengan pemerintah setempat untuk menyalakan kembali sistem kelistrikan secara bertahap sesuai SOP, sehingga keselamatan masyarakat terjaga, katanya. (anton/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *