oleh

Temuan Tulang Nyai Siti, Dayang Prabu Siliwangi serta Koin dan Emas Zaman Kolonial, Hebohkan Warga Bogor

POSKOTA. CO – Warga Cileungsi heboh menyusul temuan tulang belulang manusia dan koin diduga peninggalan zaman Belanda.

Tulang belulang yang di duga merupakan jasad Nyai Siti, seorang dayang Prabu Siliwangi dan koin peninggalan kolonial ini ditemukan Ustaz Raffi Al-Muniri saat menggali septic tank baru.

Kepada wartawan di Cileungsi, Kabupaten Bogor, Kamis (28/5/2020), Ustaz Raffi mengatakan, dia dan tukang gali septic tank menyebutkan dia meyakini kalau tulang yang ditemukan adalah jasad Nyai Siti (dayang Prabu Siliwangi) sebab di sisinya tulang belulang, juga menemukan uang koin kuno Kerajaan Belanda, tusuk konde, dan cermin.

Koin dan tusuk konde peninggalan kolonial yang diduga milik Nyai Siti, Dayang Prabu Siliwangi yang ditemukan bersaman jasad tulang. (ymd)

Guna memastikan siapa jasad tulang belulang manusia yang ikut dikubur dengan beberapa benda kerajaan Belanda ini, ia dan keluarganya mengundang rekan dan seorang mediasi anak remaja.

“Bersama rekan ustaz dan mediator yang merupakan remaja tetangga, kami lalu mendapat keterangan, bahwa pemilik jasad tersebut adalah perempuan bernama Nyai Siti yang kabarnya seorang dayang Prabu Siliwangi dari Raja Kerajaan Pajajaran yang dibunuh oleh tentara Belanda,” katanya.

Ustaz Raffi menyakini, keterangan tersebut benar-benar asli karena remaja yang menjadi mediator tidak bisa berbahasa Sunda. Sementara Nyai Siti berbahasa Sunda halus atau Priangan.

“Karena keinginan almarhumah, tulang belulang jasadnya pun kami sempurnakan proses penguburannya,” ujarnya.

Ustaz Raffi bercerita, keberadaan makam seorang dayang Prabu Siliwangi beserta benda bersejarah peninggalan kolonial, tak pernah ia dapatkan dari kakek buyutnya yang merupakan warga asli Kampung Cigorowong, Cileungsi, Bogor.

“Kakek buyut saya asli warga Kampung Cigorowong, Cileungsi. Mereka tidak pernah cerita adanya makam bersejarah. Yang mereka ceritakan, jika di kampung ini banyak gua-gua kecil karena di dasar tanah kami banyak mengandung batuan karang yang mengandung kapur,” papar Ustaz Raffi.

Ustaz Raffi Al-Muniri mengaku, ia memiliki firasat sebelum akhirnya menemukan tulang belulang manusia, uang koin kuno Kerajaan Belanda, tusuk konde, cincin, dan cermin.

“Firasat berupa mimpi baik sebelum Idul Fitri kemarin. Dalam mimpi itu, saya ketemu seseorang yang pada akhir mimpi terasa sangat menyenangkan. Jadi kemarin ketika kami menemukan uang koin Kerajaan Belanda dan lainnya ini, saya langsung teringat mimpi tersebut,” tutur ayah dua orang anak ini.

Ia Nebraskan, awalnya koin berbahan tembaga itu, tidak memperlihatkan gambar yang jelas.

Namun, setelah dibersihkan dan direndam dengan air keras, maka baru nampak bahwa kepingan koin tersebut adalah uang.

“Walaupun sudah dibersihkan, tetap tulisannya kurang jelas. Hanya ada lambang seperti lambang kerajaan Belanda. Ada tulisan ‘Indie’ dan angka tahun 1839. Karena ini mengandung nilai sejarah saya siap apabila harus diserahkan ke negara untuk selanjutnya dipamerkan di museum,” tegasnya. (ymd)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *