oleh

Remaja Asal Kemayoran Hilang di Puncak Bogor, Akhirnya Diketahui

POSKOTA.CO – Apriyanto (20), remaja asal Kemayoran, Jakarta Pusat yang dinyatakan hilang oleh teman-temannya, karena keberadaannya tidak diketahui sejak meninggalkan vila dengan tujuan membeli rokok, akhirnya diketahui.

Petugas dari Polsek Cisarua yang melakukan penyeledikan atas kejadian ini mendapat informasi, jika Apriyanto sudah pulang ke rumahnya.

Sementara motor Scorpio warna hitam Nopol B 6125 BQH yang dikendarai Apriyanto saat keluar vila guna membeli rokok, terjaring tilang saat memasuki Margonda, Depok.

Apriyanto ditilang, karena saat mengendarai motor, tanpa dilengkapi STNK dan tidak memiliki SIM.

“Kabar terakhir, Apriyanto sudah berada di rumahnya. Untuk motor ada di Polres Depok. Motor ditilang, karena Apriyanto tidak menunjukkan STNK dan SIM saat terkena operasi,” kata AKP Ita Puspita Lena, kasubag Humas Polres Bogor.

Diberitakan sebelumnya, satu dari 15 muda-mudi yang bermalam di Vila Bu Kus yang beralamat di RT 02/07, Desa Citeko, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor dinyatakan hilang.

Remaja asal Jakarta ini dinyatakan hilang oleh teman-temannya, karena keberadaannya tidak diketahui sejak meninggalkan vila dengan tujuan membeli rokok.

Rombongan anak-anak asal Jakarta berusia antara 20 hingga 25 tahun ini berasal dari Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Kemayoran, RT 04/08, Jakarta pusat.

Rombongan sebanyak 15 orang tiba di Vila Bu Kus sekitar pukul 22.30 WIB Sabtu (24/10/2020) malam.

Karena kelelahan, rombongan langsung istirahat saat tiba. Menjelang Subuh sekitar pukul 05.00 WIB, Minggu (25/10/2020), Apriyanto, satu dari belasan remaja ini izin ke temannya untuk membeli rokok.

Namun Apriyanto yang keluar vila dengan maksud membeli rokok, hingga pukul 11.00 WIB tidak kembali ke vila.

Saat keluar vila, Apriyanto memakai celana pendek dan baju warna gelap dengan mengendarai motor Scorpio warna hitam Nopol B 6125 BQH, tidak memakai helm dan membawa handphone serta dompet.

Bahkan temannya ini bercerita, jika Apriyanto pernah dirawat di RSJ Dr Soeharto Heerdjan. Ia baru keluar dari perawatan rumah sakit tiga bulan lalu.

“Sebelum berangkat, kami sudah ingatkan dia, agar jangan lupa membawa obat tetapi. Tapi saran kami tidak digubris Apriyanto. Alasannya, kalau minum obat bawaanya mengantuk terus,” kata rekan Apriyanto yang lain. (yopi)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *