oleh

Bangunan Liar Penyebab Longsor dan Banjir Tanah Sareal, 17 Rumah Terdampak

POSKOTA.CO – Hujan deras yang mengguyur Bogor sejak siang hingga malam hari mengakibatkan banjir di sejumlah titik.

Langkah antisipasi, Pemerintah Kota Bogor melakukan evakuasi warga hingga menurunkan alat berat sebagai langkah jika terjadi longsor.

Wali Kota Bogor Bima Arya Soegiarto langsung memantau titik banjir di permukiman Griya Cimanggu Indah, Kedung Badak, Tanah Sareal, Kota Bogor, Minggu (25/10/2020). Banjir di kawasan ini disebabkan longsor yang menutup saluran drainase.

Alat berat diturunkan untuk menguras sampah pada sumbatan drainase. Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor juga melakukan evakuasi warga di 17 rumah yang terdampak dengan perahu karet.

Sementara Dinas Sosial Kota Bogor menurunkan bantuan berupa natura bagi warga terdampak. Hingga berita ini diturunkan, petugas gabungan masih berusaha melakukan penanganan secara maksimal dengan pompa apung.

Bima Arya yang tiba di lokasi memimpin langsung penanganan banjir di kawasan tersebut. Bima Arya juga sempat mengunjungi rumah-rumah warga yang terdampak untuk mengetahui kebutuhan apa saja yang dibutuhkan. Tidak ada korban jiwa dalam bencana ini.

“Ada bangunan liar yang longsor kemudian puing-puingnya itu menutupi saluran air. Sudah ketemu titiknya, tapi kita sedang usahakan agar dipercepat dilakukan normalisasi. Sekarang masih dikerjakan. Karena itu longsor dan mampet makanya air tidak bisa mengalir. Petugas masih berusaha mengurainya,” ungkap Bima Arya di lokasi.

Menurut Bima, ada 17 rumah yang terdampak. Sebagian sudah dievakuasi oleh petugas, sementara sisanya masih bertahan di lantai dua rumah tersebut.

“Terus kita pantau. Yang penting sekarang percepatan pengerjaan di situ dan dibantu untuk memindahkan barang-barangnya. Saya minta untuk diperhatikan naturanya (bantuan kebutuhan warga), obat-obatan, makanan dan lain-lain,” jelas Bima.

“Saya perintahkan juga itu bangunan yang di atas ditertibkan oleh Satpol PP, karena indikasinya penyebab utamannya bangunan liar itu yang kemudian menyebabkan longsor,” tandasnya

Sejauh ini, kata Bima, berdasarkan identifikasi BPBD hujan deras yang mengguyur sejak kemarin sore membuat banjir di 14 titik.

“Saat ini teridentifikasi 14 titik. Menurut BMKG intensitas hujan masih cukup tinggi dalam minggu-minggu ini. Antisipasi saya perintahkan Dinas PUPR dan para camat di wilayah untuk memastikan normalisasi saluran-saluran kolam retensi, atau danau-danau yang kemungkinan bisa meluber, yang kedua bangunan-bangunan liar juga diawasi agar warga waspada. Kedua jalur komunikasinya standby,” terangnya.

Bima Arya masih di lokasi banjir untuk memastikan penanganan berjalan cepat dan memudahkan berkoordinasi.

Hadir juga Sekda Kota Bogor Syarifah Sofiah, Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor Priyatna dan Kepala Satpol PP Kota Bogor Agustiansyach. (yopi)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *