oleh

Ratusan Pelajar Jakpus Ikuti Program Jaksa Masuk Sekolah 

POSKOTA.CO – Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat (Jakpus) bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakpus berkolaborasi melaksanakan Program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) di SMA Negeri 35 Jakpus, Jalan Mutiara RT 010/05 Karet Tengsin, Tanah Abang yang diikuti 200 pelajar pada, Senin (11/9/2023).

Sekedar diketahui, JMS merupakan program Kejaksaan Agung RI dan jajaran korps Adhyaksa di seluruh wilayah Indonesia yang lahir berdasarkan Keputusan Jaksa Agung.

Program tersebut merupakan upaya inovasi dan komitmen Kejaksaan RI dalam meningkatkan kesadaran hukum kepada warga negara khususnya masyarakat yang statusnya sebagai pelajar SD, SMP hingga SMA untuk memperkaya khasanah pengetahuan siswa terhadap hukum dan perundang-undangan serta menciptakan generasi baru taat hukum untuk tujuan kenali hukum jauhkan hukuman.

Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Reda Mantovani memberikan pemahaman terkait sosial media (sosmed) kepada pelajar di wilayah Jakarta Pusat.

“Ada 22 sekolah tingkat SMA/SMK berjumlah 200 pelajar dari wilayah JP 1 dan 2 yang hadir di SMAN 35 Jakarta Pusat dalam sosialisasi program JMS dengan mengangkat tema Di Balik Sosmed antara Berkah dan Musibah,” ungkap Reda.

Wakil Wali Kota Jakarta Pusat, Chaidir menerangkan, kegiatan sosialisasi kali ini membidik anak-anak untuk bijak menggunakan media sosial sebab, kemajuan teknologi telah menjangkau seluruh lapisan masyarakat dengan latar belakang usia maupun pekerjaan yang berbeda, sehingga informasi yang disebarkan secara cepat dan masif tanpa melihat batasan usia memiliki pengaruh besar bagi pola pikir masyarakat.

“Suatu informasi yang benar yang dapat di konsumsi oleh masyarakat tentunya akan menjadi keuntungan tersendiri bagi masyarakat. Tapi informasi yang tidak benar begitu banyak menyebar akhirnya dikonsumsi juga oleh seluruh masyarakat yang menyebabkan media sosial menjadi pisau bermata dua yang sangat berdampak pada perkembangan generasi penerus,” jelas Chaidir.

Lanjut dia menambahkan dengan sosialisasi ini salah satu upaya untuk mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan media sosial. Dalam sosialisasi ini anak-anak di edukasi untuk lebih kritis dalam menyaring informasi dan lebih bijak menggunakan media sosial.

“Upaya pengawasan para orang tua diiringi dengan peningkatan pemahaman dan pengetahuan serta ketakwaan terhadap Tuhan  juga perlu dilakukan di rumah,” kata Chaidir seraya mengatakan, upaya sosialsiasi kepada para pelajar patut terus dikembangkan karena sejalan dengan program Pemkot Jakpus.

Sementara itu Lulu Razita Griffin (16) siswa kelas XI SMAN 35 Jakpus mengatakan bahwa materi yang disampaikan dalam sosialisasi ini sangat bermanfaat baginya.

“Dengan adanya sosialisasi ini, saya jadi tahu cara bermedia sosial yang baik dan benar maupun dampak-dampaknya. Kalau saya melihat ada dampak negatifnya contohnya cyber bullying itu sangat berdampak buruk pada kesehatan mental kita,” tuturnya berharap sebagai pelajar yang menjadi generasi penerus dapat lebih bijak menggunakan media sosial. Gunakan media sosial dengan ke arah positif seperti mencari relasi,” pungkasnya.

Hadir dalam JMS diantaranya, Kajari Jakpus, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Jakpus Parluhutan Tumbur Purba, Camat Tanah Abang, Dicky Suherlan dan para orang tua siswa- siswi. (van/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *