JAKARTA – Kolaborasi Bank Jakarta dengan Persija Jakarta tidak berhenti pada kehadiran logo di jersey tim berjuluk Macan Kemayoran. Kerja sama tersebut diarahkan untuk mempertemukan ekosistem sepak bola, komunitas suporter, layanan keuangan, hingga teknologi dalam sebuah pengalaman yang dapat dirasakan langsung masyarakat.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, menilai kolaborasi antara Bank Jakarta dan Persija harus mampu memperkuat ekosistem yang terbentuk di sekitar klub. Sinergi tersebut, menurutnya, dapat menjadi bagian dari upaya membangun hubungan yang semakin kuat antara Persija, masyarakat, dan Jakarta.
Pada saat bersamaan, Pemprov DKI juga membuka peluang lebih luas bagi Jakarta untuk berkembang sebagai destinasi sport tourism. Pertandingan sepak bola dan berbagai cabang olahraga lainnya diharapkan mampu menarik masyarakat dari luar Jakarta untuk datang dan menikmati berbagai fasilitas kota.
“Pertandingan sepak bola, olahraga yang lainnya kami membuka diri untuk itu. Termasuk konser-konser yang dulunya mungkin belum bersedia main di Jakarta. Sekarang ini apakah di GBK, di JIS atau di tempat lain kami membuka diri dan kami memberikan kemudahan terhadap berbagai hal tersebut,” kata Pramono usai meresmikan acara launching website baru Bank Jakarta, Senin (10/8).
Dia berharap seluruh persiapan tersebut membuat Persija dapat menjalani pertandingan dengan dukungan fasilitas yang semakin baik, sekaligus memberikan pengalaman yang nyaman bagi penonton. “Dengan begitu saya betul-betul ingin Persija merasakan pertandingan dengan rasa aman dan nyaman sehingga mudah meraih juara,” tandas Pramono.
Di sisi lain, Pemprov Jakarta terus menyiapkan Jakarta International Stadium (JIS) Jakarta Utara, sebagai kandang utama Persija Jakarta dengan membenahi sejumlah akses pendukung menuju stadion. “Kesiapan JIS sebagai markas Persija menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan dukungan yang lebih optimal bagi klub kebanggaan masyarakat Jakarta,” tegas Pramono.
Direktur Utama Bank Jakarta Agus Haryoto Widodo mengatakan kolaborasi dengan Persija memiliki kedekatan tersendiri karena kedua entitas tersebut sama-sama membawa identitas Jakarta. “Bank Jakarta melihat Persija bukan hanya sebagai klub sepak bola, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem masyarakat Ibukota yang memiliki basis komunitas dan dukungan suporter yang kuat. Karena itu, kerja sama ini diharapkan berkembang menjadi kemitraan yang menghadirkan manfaat konkret bagi keluarga besar Persija dan The Jakmania,” ujar Agus.
Bank Jakarta ingin menghubungkan layanan keuangan dan teknologi yang dimilikinya dengan komunitas serta aktivitas yang berkembang di sekitar Persija. “Karena itu bagi kami kerjasama ini bukan sekadar sponsorship. Kami ingin mempertemukan dua ekosistem besar Jakarta Persija dengan sepak bola dengan layanan keuangan, teknologi dan ekosistem modern,” kata Agus.
Musim kompetisi kali ini juga menjadi babak baru bagi Persija dengan hadirnya sejumlah pemain baru serta Shin Tae-yong sebagai pelatih. Kehadiran pelatih asal Korea Selatan itu turut menjadi perhatian Agus karena rekam jejaknya bersama tim nasional Indonesia.
Agus melihat terdapat kesamaan semangat antara pendekatan Shin Tae-yong dalam membangun permainan tim dengan transformasi yang tengah dijalankan Bank Jakarta. “Bagi Bank Jakarta, kecepatan mengambil keputusan, kemampuan beradaptasi, keberanian melihat peluang, dan kekompakan organisasi menjadi bagian penting dalam menghadapi perubahan kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (jo)







Komentar