POSKOTA.CO-Proyek pembangunan underpass atau Simpang Tidak Sebidang di Jl. Raya Dewi Sartika yang dijanjikan suatu tahun lalu oleh Propinsi Jawa Barat akhirnya terlaksana setelah secara resmi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersama Wali Kota Depok Mohammad Idris secara simbolis meresmikan dimulainya pekerjaan.
“Kondisi kemacetan dan kepadatan kendaraan di wilayah Bodetabek tentunya sudah sangat parah termasuk di Kota Depok yang memiliki penduduk lebih 2 juta jiwa sekarang ini bahkan kemungkinan akan bertambah di tahun mendatang, ” kata Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil didampingi Wali Kota Depok Mohammad Idris dan Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono, Senin (14/2).
Proyek Simpang Tidak Sebidang atau Underpass yang sudah dijanjikan Propinsi Jawa Barat berkolaborasi dengan Pemkot Depok tentunya sangat diharapkan masyarakat Kota Depok karena hampir setiap saat mengeluhkan kemacetan yang terjadi hampir setiap jam sibuk kerja pagi maupun sore hari bahkan hari Sabtu dan Minggu.
Pembangunan underpass ini kalau bisa selesai sebelum Nopember 2022, imbuh Ridwan Kamil yang akrab dipanggil Kang Emil saat menjawab tantangan Wali Kota Mohammad Idris ke penanggung jawab proyek agar selesai sebelum bulan Desember 2022.
“Saya tantang penanggung jawab proyek kalau bisa pembangunan underpass selesai sebelum bulan Nopember 2022,” ucap Kang Emil yang menambahkan jika bisa dan selesai sebelum Nopember 2022 tentunya Propinsi Jabar mengapresiasi dan akan memberikan ‘Bintang’.
Penyelesaian pekerjaan secara profesional, imbuh Kang Emil, bisa diatur atau dilakukan dengan dua sif siang dan malam sehingga tidak harus berpedoman selesai akhir tahun.
Keberadaan sebuah kota yang baik dan disenangi warganya tidak lain harus menyediakan sarana dan prasarana penunjang memadai seperti jalan, taman dan trotoar cukup besar agar warga senang berjalan kaki bila itu tercipta baru bisa dikatakan Kota tersebut menyenangkan, katanya yang berharap ke depan Kota Depok terus berbenah dan menyiapkan sarana maupun prasarana yang diharapkan masyarakat banyak.
Sementara itu, Wali Kota Depok Mohammad Idris, menambahkan proyek Simpang Tidak Sebidang atau underpass Jl. Raya Dewi Sartika untuk menghindari kemacetan akibat pintu perlintasan Rel KRL Jabodetabek sangat dinantikan masyarakat Depok.
Untuk panjang jalan proyek Simpang Tidak Sebidang keseluruhan sekitar 990 meter dan khusus untuk underpass sepanjang 470 meter. Biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan tersebut, imbuh dia, totalnya mencapai Rp 297,6 milyar terdiri dari pembebasan lahan dari APBD Kota Depok sebesar 189 milyar dan kontruksi dari bantuan Propinsi Jawa Barat sekitar Rp 113 milyar.
Proyek jalan Simpang Tidak Sebidang yang membebaskan lahan milik warga sekitar 8000 meter lebih nantinya akan dibuat dua jalur untuk satu arah termasuk membuat jalur air dan jalur Rel KRL Jabodetabek di atas underpass tersebut. (anton/fs)







Komentar