DEPOK-Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melalui Program Community Development Enhancing Quality Education for International University Impact and Recognition (EQUITY) LPDP Tahun 2026 mengembangkan program pemberdayaan keluarga urban melalui penguatan positive parenting. Program yang dilaksanakan dari 16 Juni 2026 sampai 16 Juli 2026 ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan psikologis orang tua sekaligus memperkuat kualitas pengasuhan anak di tengah dinamika kehidupan perkotaan.
Kegiatan bertajuk “Pemberdayaan Kesejahteraan Psikologis Keluarga Urban melalui Penguatan Positive Parenting” tersebut merupakan bagian dari implementasi pengabdian kepada masyarakat yang didukung pendanaan LPDP. Program ini juga menjadi wujud kolaborasi antara dosen Fakultas Psikologi (FPsi) UNJ dengan akademisi dari Jepang dalam menerapkan hasil riset psikologi ke dalam praktik yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat.

Kolaborasi internasional tersebut menghadirkan Shinnosuke Ikeda, Ph.D., dosen dan peneliti dari Jepang, yang berbagi pengetahuan mengenai regulasi emosi dalam pengasuhan berdasarkan pendekatan evidence-based practice. Kehadiran akademisi internasional ini memperkuat substansi program sekaligus memperluas pertukaran pengalaman dalam pengembangan layanan berbasis psikologi bagi keluarga.
Ketua tim pengabdian, Salsabila Mayang Sari yang merupakan Psikolog dan dosen FPsi UNJ mengatakan tantangan yang dihadapi orang tua saat ini tidak hanya berkaitan dengan mendidik anak, tetapi juga menjaga kondisi psikologis di tengah tuntutan pekerjaan dan kehidupan keluarga.
“Kesejahteraan psikologis orang tua dan kualitas pengasuhan tidak bisa dipisahkan. Ketika orang tua mampu mengelola dirinya dengan baik, mereka akan lebih mudah membangun hubungan yang hangat, aman, dan penuh makna dengan anak,” ujar Mayang.
Program Libatkan Psikolog
Program ini juga melibatkan Ernawati yang merupakan Psikolog dan dosen FPsi UNJ yang memiliki kepakaran di bidang psikologi klinis anak, serta Nanda Putri Adhiningtyas yang merupakan Psikolog dan dosen FPsi UNJ yang mendalami psikologi klinis dewasa. Ketiganya menyusun materi dan pendampingan yang disesuaikan dengan kebutuhan keluarga urban.
Materi yang diberikan kepada peserta mencakup tiga topik utama, yakni kesejahteraan psikologis orang tua (psychological well-being), positive parenting, dan regulasi emosi dalam pengasuhan. Ketiga materi tersebut dirancang untuk membantu orang tua memahami hubungan antara kondisi psikologis dengan pola pengasuhan yang diterapkan kepada anak.
Selain penyampaian materi, peserta mengikuti praktik menggunakan “Kartu TENANG”, media edukatif berbasis permainan yang dikembangkan untuk membantu orang tua mengenali berbagai situasi pengasuhan, menentukan respons yang sesuai, menggunakan komunikasi positif, serta menyusun langkah sederhana yang dapat diterapkan di rumah. Pendekatan ini diharapkan memudahkan peserta menghubungkan konsep yang dipelajari dengan pengalaman sehari-hari.
Sebagai tindak lanjut, tim pengabdian menyediakan pendampingan selama tiga minggu melalui grup WhatsApp. Pendampingan tersebut memungkinkan peserta berdiskusi mengenai kendala yang dihadapi selama menerapkan pola pengasuhan positif di rumah. Untuk mendukung proses belajar mandiri, peserta juga memperoleh booklet dan modul digital yang dapat digunakan sebagai referensi setelah kegiatan berakhir.
Menurut tim pelaksana, penguatan kapasitas keluarga merupakan bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia. Oleh karena itu, program tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan, tetapi juga menekankan keberlanjutan melalui pendampingan agar perubahan perilaku pengasuhan dapat berlangsung secara konsisten.
Program ini mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 3 (Good Health and Well-being) melalui penguatan kesehatan mental keluarga, SDGs 4 (Quality Education) melalui peningkatan kapasitas orang tua sebagai pendidik pertama anak, SDGs 8 (Decent Work and Economic Growth) dengan mendorong keseimbangan kerja dan keluarga yang lebih produktif, SDGs 10 (Reduced Inequalities) melalui perluasan akses terhadap edukasi pengasuhan berbasis komunitas, serta SDGs 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi Indonesia dan Jepang. Melalui program EQUITY LPDP, UNJ memperkuat peran perguruan tinggi dalam menghadirkan pengabdian kepada masyarakat yang menghubungkan hasil riset, kolaborasi internasional, dan kebutuhan nyata keluarga urban.(fs)







Komentar