TANGERANG – Polres Metro Tangerang Kota bersama unsur TNI menggelar simulasi pengamanan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Simulasi dilakukan untuk mengantisipasi kondisi darurat seperti unjuk rasa yang berujung anarkis ataupun bencana alam.
“Simulasi ini merupakan latihan bersama antara Polri, TNI dan Pemerintah Kota Tangerang, jika pada pesta demokrasi yang dilaksanakan pada November 2024 terjadi gangguan keamanan,” kata Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Zain Dwi Nugroho, Kamis (15/8/2024).
Kegiatan simulasi pengamanan Pilkada 2024 dilaksanakan di area Pusat pemerintah kota (Puspemkot) Tangerang di lapangan Taman Elektrik, Kota Tangerang. Sejumlah personil gabungan menampilkan serta memperagakan skenario penanganan pengamanan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).
Skenario simulasi pengamanan diawali dari pendaftaran pasangan calon (Paslon) peserta pilkada dan tahapan masa kampanye hingga masa tenang. Selanjutnya, polisi dan TNI mengawal distribusi logistik Pilkada dari KPU sampai ke setiap TPS. Selain itu, pengamanan ketat juga dilakukan saat pemungutan di TPS, hingga hasil Penghitungan Suara Pilkada 2024 di KPU.
“Dalam menghadapi pengamanan Pilkada Serentak 2024, Polres Metro Tangerang Kota akan dilaksanakan Pilkada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang. Serta Bupati dan Wakil Bupati Tangerang,” ungkap Kombes Zain.
Lanjut Kapolres, simulasi pengamanan pelaksanaan Pilkada 2024 ini bertujuan untuk mengecek kesiapan personel, termasuk sarana dan prasarana, serta melakukan koordinasi antar instansi terkait agar dapat meminimalisir segala bentuk kondisi darurat serta potensi kerawanan yang akan terjadi pada Pilkada 2024.
“Sebanyak 9.084 personil gabungan terdiri dari 1.471 personil Polri, 314 personil TNI, 100 personil Satpol PP, 75 personil Dishub, 50 tenaga Dinas kesehatan (Dinkes) dan 7.074 personil Linmas di kerahkan pada pelaksanaan Operasi Mantap Praja Jaya 2024,” ujarnya.
Lebih jauh, Kombes Zain mengungkapkan di wilayah hukum yang dipimpinnya mempunyai catatan dan titik-titik kerawanan masing-masing. Namun demikian semua wilayah itu akan menjadi perhatian khusus dari petugas pengamanan gabungan.
“Hingga saat ini, kami telah melakukan mapping sebelum adanya penentuan paslon yang akan mendaftar ke KPU. Diantaranya wilayah mana saja yang dianggap berpotensi besar pengerahan massanya. Catatan itu sesuai dengan Pilkada tahun sebelumnya maupun pelaksana Pileg maupun Pilpres kemarin,” bebernya.
Polres Metro Tangerang Kota juga akan mewaspadai potensi kerawanan beredarnya berita-berita hoax maupun black champaign beredar di media sosial. Tak hanya itu, polisi juga menginventarisir terjadinya bencana alam. Sebab, pada pemilu kemarin sempat terjadi bencana banjir di beberapa wilayah di Kota Tangerang.
Lalu soal netralitas, komunikasi dan koordinasi selalu dilakukan Kepolisian Resor Metro Tangerang Kota bersama dengan stakeholder terkait. Dan Kapolres juga menekankan kepada ASN maupun APH untuk selalu netral dalam pelaksanaan Pilkada 2024.
“Kita juga akan terus melakukan cooling sistem ke wilayah-wilayah diantaranya melalui deklarasi-dekalrasi damai, penandatanganan fakta integritas. Termasuk kita lakukan pemasangan spanduk imbauan kepada masyarakat untuk pesta demokrasi pilkada ini secara aman, nyaman, sejuk, jujur, adil dan damai,” beber Kapolres.
“Perbedaan dalam demokrasi itu adalah hal biasa. Sebagai bangsa yang berdemokrasi semua harus saling hormati dan saling menjaga. Lebih baik perbedaan itu untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa, masyarakat jangan terpancing oleh informasi yang tidak benar atau hoax,” ujar Kombes Zain menandaskan. (Imam)







Komentar