JAKARTA – Banjir mengenangi sejumlah permukiman di wilayah Kelurahan Kedaung Kali Angke, Jakarta Barat dengan ketinggian 10-40 Cm. Akibatnya sebanyak 19 kepala keluarga (KK) dengan 58 jiwa terpaksa mengungsi.
Lurah Kedaung Kali Angke, Muchamad Ghufri Fatchani mengatakan sebanyak 11 KK atau 28 jiwa mengungsi di Masjid Jami Al Khoir RW 05 dan 8 KK atau 30 jiwa mengungsi di Masjid Jami Al Fudhollah RT 001 RW 08 Kelurahan Kedaung Kaliangke.
“Kami juga berkordinasi dengan Sudis Sosial Jakbar untuk permohonan bantuan. Bantuannya sebanyak 600 nasi boks dengan rincian 200 nasi boks RW 05, 200 nasi boks RW 02 dan 200 boks RW 08. Kami tambah dari kelurahan sebanyak 200 nasi boks untuk RW yang terdampak banjir,” kata Ghufri, Kamis (22/1/2026).
Diketahui, sejumlah titik banjir meliputi, Jalan Pesing Poglar Raya RT 001 dan 004 RW 01, dengan ketinggian air berkisar 20-35 sentimeter, Jalan Pool PPD RT 004 dan 10 RW 02, dengan ketinggian 15-30 sentimeter, Komplek Polri RT 006,007,008, RW 02, dengan ketinggian air 10-20 sentimeter, Komplek Departemen Agama RT 004, 013 RW 13, dengan ketinggian air 10-20 sentimeter.
Kemudian Kampung Muka RT 001 RW 04, dengan ketinggian air 10-20 sentimeter dan Pesing Poglar RT. 001, 002, 003 RW. 05, dengan ketinggian air 15-40 sentimeter, dan Kp. Kedaung RT. 001,002,003,004,008 RW 08, dengan ketinggian air 10-40 sentimeter.
Muchamad Ghufri Fatchani menjelaskan banjir yang merendam permukiman warga akibat hujan lebat yang terjadi sejak pagi hingga sore. “Kami sudah melakukan kordinasi dengan Sudin Sumber Daya Air (SDA) Jakbar untuk dilakukan penyedotan,” jelasnya.
Dari informasi yang dihimpun, penyedotan dilakukan di rumah pompa Jalan Daan Mogot, Kali Mookevart, Jalan Pesing Poglar Kali Angke, dan satu pompa portable. Selain itu, petugas PPSU juga dikerahkan untuk membersihkan sampah pada sejumlah saluran air yang mampet.(ta)







Komentar