JAKARTA – Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggelar pelatihan intensif bagi Karang Taruna Kabupaten Kepulauan Seribu. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Pola, Kantor Kelurahan Pulau Tidung.
Acara yang berlangsung selama dua hari yakni Selasa dan Rabu lalu dibuka secara resmi oleh Ketua Karang Taruna Kabupaten Kepulauan Seribu, Rojiun Hamid. Dalam sambutannya ia menyampaikan apresiasi atas inisiatif UNJ memilih Kepulauan Seribu sebagai lokasi pengabdian. Ia menekankan pentingnya peran pemuda dalam menggerakkan literasi di tengah keterbatasan akses informasi masyarakat pulau.
Lurah Pulau Tidung, H. Saudin selaku tuan rumah, memberikan sambutan hangat dan menyatakan dukungan penuh terhadap program ini. “Saya berharap pelatihan ini dapat menjadi momentum kebangkitan literasi digital di Kepulauan Seribu serta memperkuat sinergi antara pemerintah kelurahan, Karang Taruna, dan perguruan tinggi,” ujarnya.
Sebelum pelaksanaan acara puncak, Tim UNJ terlebih dahulu berkoordinasi dengan Sekretaris Lurah Pulau Tidung untuk membahas teknis kegiatan, sehingga pelatihan berjalan lancar dan tertib. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat bertajuk ‘Penguatan Peran Karang Taruna sebagai Agen Literasi Informasi melalui Pendampingan Akses Perpustakaan Digital bagi Masyarakat Kepulauan Seribu’. Pelatihan diikuti oleh perwakilan Karang Taruna dari sembilan kelurahan se-Kabupaten Kepulauan Seribu yang telah dipilih sebagai kandidat agen literasi.
Ketua Tim Pengabdian, Riyan Sanjaya, M.Hum., dosen Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi UNJ, mengatakan bahwa pelatihan ini untuk membekali peserta dengan tiga kompetensi utama.
Materi berikutnya disampaikan Maydi Aula Riski, S.IP., M.A. Sepanjang pelatihan, para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Banyak di antara mereka yang menyampaikan keinginan agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan di pulau masing-masing dengan pendekatan yang disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan spesifik wilayah mereka, seperti pariwisata, perikanan, atau budidaya laut.
Menanggapi antusiasme tersebut, Dimas Kurnia Robby, M.Pd selaku Ketua Program Studi menyatakan bahwa tim UNJ berkomitmen untuk melakukan pendampingan dan monitoring secara berkala pasca-pelatihan guna memastikan program berjalan sesuai rencana aksi yang telah disusun.
“Selain itu, tim juga akan menyusun dokumen rekomendasi kebijakan untuk Pemerintah Daerah Kepulauan Seribu dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI Jakarta sebagai upaya penguatan program literasi digital yang lebih luas dan berkelanjutan,” ungkapnya. (jo)







Komentar