POSKOTA. CO – Rencana Mapolres Metro Depok maupun pemerintah Kota (Pemkot) Depok melaksanakan ganjil genap (Gage) di ruas Jl. Raya Margonda tidak hanya menuai protes masyarakat Depok terkait masih sedikitnya jalan alternatif tapi anggota DPRD Depok juga meminta agar profesional dalam mengevaluasi kegiatan tersebut.
“Kondisi badan jalan alternatif masih sangat kurang hampir seluruh warga Kota Depok dan perbatasan baik dari Citayam, Bojonggede, Cipayung dan Cimanggis bahkan Bojongsari dan Sawangan selama ini hanya memakai jalan utama yang sejak 30 tahun ada, ” kata Amad, warga Cagar Alam, Pancoran Mas, Senin (30/11).
Rencana Gage di Jl. Raya Margonda yang diajukan sejak beberapa bulan lalu dan akan dilaksanakan tanggal 4 dan 5 Desember 2021 hari libur tidak masalah tapi tetap harus dilakukan secara profesional karena kepadatan kendaraan warga Depok dan perbatasan Bogor begitu banyak serta tidak sebanding dengan jumlah ruas atau lebar jalan baru yang ada di Kota Depok menuju DKI Jakarta.
Menurut dia, rencana Gage silahkan saja tapi seharusnya juga diikuti wilayah Jakarta Selatan lainnya seperti kawasan Lenteng Agung, Pasar Minggu, Cilandak, Levai Bulus dan Jl. Raya Bogor atau Cimanggis sampai Cililitan. “Penambahan ruas jalan sangat perlu dan jangan hanya mengandalkan Jalan Tol baik Jalan Tol Cijago maupun Jalan Tol Desari, ” tuturnya.
Hal senada dikatakan Ketua DPRD Kota Depok, H. Teuku M. Yusufsyah Putra, berharap harus dapat melakukan kajian yang tepat sebelum diberlakukannya Gage agar tidak merugikan masyarakat pemakai kendaraan dan masyarakat lainnya.
“Uji coba yang akan dilaksanakan harus di pastikan lama waktunya dan yang paling terpenting evaluasi Gage harus dilakukan secara maksimal dan disampaikan secara terbuka ke masyarakat agar tidak ada yang dirugikan, ” tuturnya.
Paling tidak ada solusi untuk masyarakat Kota Depok terkait ‘momok’ kemacetan yang terjadi setiap hari, imbuhnya yang menambahkan paling tidak dapat mencari alternatif atau solusi agar tidak terjadi kemacetan bahkan kalau perlu ada pengkajian ulang terkait pembebasan lahan untuk menambah ruas jalan baru walaupun besar ya biayanya misal untuk pembebasan lahan dan sebagainya contohnya proyek underpass Jl. Raya Dewi Sartika yang tahap awal telah dilakukan terkait pembebasan lahan milik warga dan selanjutnya tinggal pekerjaan fisik jalan saja. (anton/fs)







Komentar