oleh

Pemkab Kepulauan Seribu Genjot Pemanfaatan Aflikasi Digital

POSKOTA.CO-Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu terus menggenjot pemanfaatan aplikasi digital dengan melaksanakan program Sadar Olah Literasi Digital (SOLID) bersama Jakwifi dengan tema ‘Manfaat Positif Jakwifi Publik’.

Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan (Asminekbang) Kabupaten Kepulauan Seribu Iwan P Samosir mengatakan, hampir semua masyarakat menggunakan internet dalam kehidupan setiap harinya, dimana diperoleh informasi bahwa alasan masyarakat Indonesia menggunakan internet sangat beragam.

“Dapat disimpulkan bahwa masyarakat Indonesia termasuk warga Jakarta sebenarnya sudah terbiasa bersentuhan dengan internet. Terlebih pada masa pandemi dimana masyarakat dianjurkan untuk beraktivitas dari rumah masing-masing, dari bekerja sampai belajar secara online,” katanya.

Iwan menilai, untuk mendukung kebutuhan akses internet bagi semua kalangan masyarakat, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meluncurkan JakWifi pada tahun 2020 yang merupakan program inovasi bertujuan untuk mendukung konektivitas dan produktivitas masyarakat Jakarta di ranah digital.

“Juni 2022, JakWifi sudah menjangkau total 9250 lokasi di seluruh wilayah DKI Jakarta, dengan 29 lokasi diantaranya berada di Kepulauan Seribu,” tuturnya.

Perangkat Wi-Fi dipasang di wilayah perkampungan padat, sehingga banyak keluarga yang sebelumnya tidak mendapat akses kepada dunia daring bisa terhubung. Tidak hanya di daerah perkampungan, program JakWifi menyebar secara berkala diberbagai titik di Jakarta.

“Lokasi-lokasi umum seperti taman kota, Ruang Publik Terpadu Ramah Anak, gedung pemerintahan serta sekolahan juga dipasang akses Wi-Fi,” jelasnya.

Iwan menambahkan, dengan tingginya akses internet maka harus diimbangi pengetahuan yang baik oleh masyarakat, agar dapat mengoptimalkan pemanfaatan dan meminimalisir dampak buruk yang mungkin terjadi.

Mengingat, sambungnya, kini terus bermunculannya konten-konten negative dan meningkatnya kejahatan di ruang itu, seperti hoaks, penipuan daring, perjudian, eksploitasi seksual pada anak, ujaran kebencian, dan radikalisme berbasis digital.

“Keberadaan koneksi digital harus dapat memberikan manfaat dan nilai tambah bagi warga Kepulauan Seribu,” ucap Iwan.(furqon/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *