JAKARTA – Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat (Jakpus) bergerak cepat dalam mencari solusi penanganan stunting. Seperti melakukan identifikasi dengan melibatkan ahli gizi, ahli anak, bidan maupun rumah sakit.
Sekretaris Kota (Sekko) Jakpus, H. Iqbal Akbarudin mengungkapkan, pertemuan hari ini merupakan tahapan yang ke enam dari aksi konvergensi dan identifikasi. Selanjutnya, dikelompokan potensi yang memiliki kasus untuk dibahas bersama dengan para ahli.
Jurus tindak lanjut penanganan stunting, kata H. Iqbal menyiasati dengan pemetaan terlebih dahulu. Setelah itu masuk upaya solusi dengan pendampingan berkelanjutan.
“Masukan terkait rangkaian solusi kita akan menempuh dengan berlanjut ke konvergensi aksi ke tujuh, sehingga dilakukan upaya penuntasan kasus stunting di wilayah Jakpus,” ungkap H. Iqbal, ketika membuka acara kajian dan penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) Audit Kasus Stunting II, di Ruang Pola, kantor setempat, Jalan Tanah Abang I, Gambir, Kamis (7/11/2024).
Mantan Sekretaris Korpri Jakarta ini menerangkan untuk percepatan penanganan kasus stunting tidak hanya melibatkan para tenaga kesehatan saja, namun masyarakat diminta berperan aktif melalui TPK (Tim pendampingan Kelurahan Keluarga).
“Kita melibatkan seluruh masyarakat termasuk Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) termasuk bidan kelurahan maupun keterlibatan lembaga kemasyarakatan,” jelasnya.
Ia pun optimis dapat melaksanakan audit kasus stunting dengan tepat dengan menghasilkan RTL sehingga dapat menurunkan angka stunting di Jakpus.
“Seluruh masyarakat diharapkan terlibat dalam menangani dan menuntaskan kasus stunting. Jangan ada yang di sembunyi-sembunyikan, semuanya harus memiliki kepedulian terhadap masalah ini,” tandasnya. (van)







Komentar