oleh

Lewati Batas Waktu, Pendemo Dipukul Mundur

-Megapolitan-106 views

POSKOTA.CO – Aksi mahasiswa di Bogor sejak pagi hingga sore berakhir damai. Namun usai Magrib, elemen mahasiswa dari HMI dan GMNI kembali melakukan aksi.

Masa yang terpusat di depan RS Salak, membuat warga yang hendak berobat mengalami kendala. Situasi makin panas, setelah masa membakar ban di tengah jalan.

Sampai di sini polisi dan TNI mau mengawal dengan baik. Namun mahasiswa mendesak maju dengan berteriak revolusi.

Upaya dialog Kapolresta Bogor Kota Kombes Hendri Fiuser dilakukan. Di lapangan terlihat, Kapolresta melakukan negoisasi dua kali dengan masa pendemo.

Namun upaya dialog tidak membuahkan hasil. Karena sudah melewati jam malam demo dan memberi pelayanan bagi masyarakat Kota Bogor yang sejak pagi hingga malam, sudah berjam-jam terjebak dalam kemacetan di jalan, polisi akhirnya memukul mundur pendemo.

Dalam peristiwa ini, belasan mahasiswa diamankan. Mereka lalu diangkut dengan dua truk polisi menuju Mapolresta Bogor Kota di Jalan Kapten Muslihat.

Kepolisian mengambil langkah tegas ini, karena tamu negara yakni Perdana Menteri Jepang, hendak meninggalkan Istana Bogor menuju Jakarta.

Masa yang dipukul mundur petugas, lalu lari menuju Jalan Jenderal Sudirman menuju air mancur. Saat masa dipukul mundur, sekitar 20 menit atau tepatnya pukul 19.08 WIB, Perdana Menteri Jepang meninggalkan Istana Bogor.

Seorang warga yang membawa keluarganya berobat ke RS Salak mengaku, sejak siang dirinya sudah susah untuk mencapai rumah sakit milik Angkatan Darat ini.

Ia mengaku, akses menuju rumah sakit sudah ditutup petugas dengan kawat berduri. Namun karena demi kemanusiaan, petugas membolehkan mereka masuk.

“Ini kami sudah sejak siang berputar-putar cari jalan alternatif menuju rumah sakit. Yang demo sudah sejak siang. Sekarang malam begini mereka balik lagi dan bakar ban. Kami yang butuh cepat pertolongan medis, susah bergerak,” kata seorang bapak yang enggan disebutkan namanya. (yopi)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *