oleh

Kapolda Metro Jaya Ingatkan Polantas Hindari Gaya Hidup Hedonis

POSKOTA.CO – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Metro Jaya Irjen Dr M Fadil Imran meminta jajaran Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya agar polantas menghindari gaya hidup hedonis. Sebab, masyarakat sekarang sangat kritis dan bisa menimbulkan kecemburuan sosial sesama.

Hal itu dikatakan Kapolda Fadil Imran saat apel pemberian arahan kepada fungsi lantas. Apel tersebut digelar di Lapangan Promoter Polda Metro Jaya, Sabtu (19/3/2021) pagi tadi. Dalam kesempatan yang sama Kapolda Irjen Fadil juga meluncurkan sebanyak 30 unit E-TLE mobile.

Selain itu, mantan Kapolda Jawa Timur itu juga memberikan penghargaan kepada anggota polantas yang berprestasi.

“Saya juga mengimbau kepada anggota lantas khususnya unsur pimpinan, penyelia lapangan, supervisor, penjamin kualitas layanan. Anda menjadi etalase anggota, berikan contoh, gaya hidup yang sederhana, hindari gaya hidup hedonis, sebagai wujud empati kepada rekan-rekan kita yang bertugas di Satker lain,” imbuh Irjen Fadil.

Menurutnya, gaya hidup hedonis polantas dinilai dapat menimbulkan kecemburuan sosial. Polantas juga diminta untuk memberikan pelayanan secara prima kepada masyarakat.

Sekarang, lanjut Fadil, polantas dituntut untuk tampil secara prima, tampil secara baik sehingga bisa memberikan pelayanan terbaik. Sebab, polantas merupakan anggota Polri yang berhadapan langsung dengan masyarakat.

Irjen Fadil memberikan tekanan agar polantas bisa menjaga citra Polri di masyarakat. “Tolong dimaknai, direnungkan, diresapi. Citra dan postur lantas Polri benar-benar dapat menjadi contoh dan teladan masyarakat,” ujarnya.

Jajaran Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya juga diminta untuk menjaga performa sehingga fungsi lalu lintas jadi cermin peradaban. “Saya berharap seluruh anggota Ditlantas Polda Metro Jaya sama-sama menjaga performa, menjaga penampilan agar senantiasa mampu menjadi polisi yang melayani, polisi yang menjaga peradaban,” imbuhnya.

Sebab fungsi lantas salah satunya cermin peradaban suatu bangsa. Apalagi Jakarta merupakan ibu kota negara bagaimana dunia melihat dari sisi lantas berada di tangan masyarakat.

Terkait E-TLE mobile, menurut jenderal bintang dua itu, berfungsi untuk mengawasi dan mereka setiap pelanggaran lalu lintas dari berbagai jenis pelanggaran. Petugas akan merekam pelanggaran seperti, melawan arus, tak menggunakan helm, bernoncengan lebih dua orang, berhenti sembarangan semua terekam.

Hasil rekaman di lapangan akan dievaluasi selanjutnya petugas akan mengirim surat tilang ke alamat pemilik kendaraan.

“Paling lambat tujuh hari surat tilang sudah sampai,” kata Fadil.

Dijelaskan, E-TLE mobile setiap saat terus bergerak dari satu lokasi ke lokasi lainnya yang dinilai rawan pelanggaran lalu lintas. “Tahap awal 30 unit, nanti akan kita tambah lagi,” ujarnya.

Diharapkan masyarakat khususnya pengguna jalan raya untuk taat dan disiplin dalam berkendaraan. (omi)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *