oleh

Jalan Nasional dan Tol Dijaga, Kendaraan Pribadi Tidak Bisa Keluar Masuk Jabodetabek

POSKOTA.C0 – Jumat 24 April pukul 00:00, tidak ada lagi atau dilarang kendaraan pribadi yang bisa keluar atau masuk area Jabodetabek, baik lewat jalan tol maupun jalan nasional.

Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi mengatakan larangan tersebut sehubungan dengan diberlakukannya aturan pelarangan mudik di area yang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), khususnya di area Jabodetabek yang mulai berlaku Jumat 24 April 2020 hingga 31 Mei 2020.

Untuk mengawasi kendaraan yang yang keluar masuk di jalan, sejumlah penyekat dan pos pemeriksaan (Check point) sedang dipersiapkan pihaknya untuk mengimplementasikan pelarangan tersebut.

“Dari luar ke Jabodetabek enggak boleh masuk dan dari dalam juga enggak bisa keluar,” ungkapnya dalam teleconference, Kamis 23 April 2020.

Dirjen menegaskan, mulai tanggal 24 April hingga 7 Mei 2020, pihaknya bersama otoritas terkait khususnya Kepolisian baru hanya memberikan peringatan kepada pengendara yang melanggar.

Petugas kepolisian menghalau kendaraan yang akan keluar daerah untuk memutar balik arah (tmc Poldametro)

Namun setelah tangal 7 Mei sanksi akan diterapkan sesuai dengan aturan yang berlaku. Sesuai UU Nomor 6 Tahun 2018 Tentang Karantina Kesehatan, pelanggar bisa dikenakan sanksi penjara maksimal satu tahun, dan denda maksimal Rp100 juta.

“Skema kita untuk semua kendaraan pribadi dan pelat hitam tidak boleh keluar masuk area PSBB,” tegasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, dari pemantauan area check point sore ini, banyak pengguna sepeda motor yang melewati jalan nasional untuk keluar Jabodetabek. Mereka antara lain menuju ke daerah Indramayu area Jawa Tengah lainnya.

“Besok sudah tidak ada kendaraan lagi yang mudik,” ungkapnya.

Masyarakat diharapkan jangan memaksakan keluar dari Jabodetabek menggunakan kendaraan pribadi, sebab dipastikan petugas akan tegas menyuruh untuk berputar balik arah atau kembali lagi.

“Kalau begitu kan nyusahin diri sendiri. Saya minta masyrakat agar patuh,” kata dirjen. (r)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *