oleh

Warga Bogor Keluhkan Padamnya Ratusan PJU di Sepanjang Jalan Nasional

BOGOR — Ratusan Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang jalur nasional wilayah Bogor Barat dilaporkan tidak berfungsi dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah ruas jalan utama menjadi gelap pada malam hari dan memicu keluhan masyarakat.

Pantauan di lapangan menunjukkan lampu penerangan jalan padam di sejumlah titik, mulai dari wilayah Kecamatan Leuwiliang, Leuwisadeng, Cigudeg, Jasinga hingga Tenjo. Padahal, jalur tersebut menjadi akses utama masyarakat untuk aktivitas harian maupun perjalanan antarwilayah.

Minimnya penerangan membuat pengguna jalan merasa khawatir, terutama saat melintas pada malam hari. Selain mengurangi jarak pandang pengendara, kondisi jalan gelap dinilai meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

Masyarakat setempat mengaku sudah lama mengeluhkan padamnya lampu penerangan di beberapa titik jalur nasional tersebut. Mereka berharap pemerintah segera mengambil langkah penanganan agar aktivitas warga kembali aman dan nyaman.

Ketua DPK KNPI Jasinga, Ama Dery, menilai kondisi penerangan jalan yang tidak merata sangat membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua. Menurutnya, sejumlah titik yang minim penerangan berada di kawasan Lebak Panjang, Simpang Curug hingga Desa Wirajaya.

Bahkan terdapat beberapa lampu yang terlihat menyala, namun cahaya yang dihasilkan dinilai tidak maksimal. “Kondisi ini perlu segera ditangani karena menyangkut keselamatan masyarakat,” ujarnya dikutip wartawan media ini, Sabtu (16/5/2026).

Informasi yang dihimpun menyebutkan padamnya ratusan PJU tersebut berkaitan dengan terhentinya pasokan listrik pada jaringan penerangan jalan. Akibatnya, banyak lampu di jalur nasional tidak dapat beroperasi sebagaimana mestinya.

Selain persoalan teknis, proses pengelolaan aset penerangan jalan juga disebut masih dalam tahap penyesuaian antarinstansi terkait. Kondisi itu membuat pemeliharaan dan operasional PJU belum berjalan optimal.

Warga berharap pemerintah pusat maupun instansi terkait segera melakukan perbaikan agar jalur nasional di wilayah Bogor Barat kembali terang dan aman dilalui masyarakat pada malam hari.

Pegawai staf Dishub di UPT Wilayah V Jasinga menyebut, penyegelan disertai pemutusan arus listrik ini terjadi pada Jum’at (15/5/2026), akibat pusat belum membayar tagihan PLN.

Ia menambahkan, rapat di Kemenhub baru-baru ini membahas pemindahan aset dari BPTJ ke BPTD Wilayah I, namun anggaran pemeliharaan, perbaikan, dan pembayaran listrik belum tersedia. (yopy/in)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *