oleh

Digelar Inspektorat DKJ, Puluhan Kepala Sekolah di Jakpus Ikuti Bimtek Keluarga Berintegritas

JAKARTA – Puluhan kepala sekolah di wilayah Jakarta Pusat (Jakpus) mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Keluarga Berintegritas berlangsung di salah satu hotel kawasan Kebon Kelapa, Gambir, Selasa (26/8/2025).

Kegiatan bimtek yang digelar Inspektorat Daerah Khusus Jakarta (DKJ) berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan serta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI dalam rangka menyongsong Indonesia Emas 2045, dunia pendidikan memiliki peran penting dan strategis dalam pelayanan publik yang berhubungan langsung dengan masyarakat, karena sekolah adalah wadah untuk menciptakan peserta didik yang nantinya memiliki pribadi yang unggul, berkarakter, dan memiliki integritas.

Sementara itu, Kepala Inspektorat Provinsi DKJ Dhany Sukma menerangkan, dalam kegiatan bimtek itu pihaknya menargetkan kelompok dengan sasaran para kepala sekolah khususnya yang bertugas di Jakarta Pusat dengan jumlah 50 orang.

“Untuk bimtek para kepala sekolah dilakukan, karena kedudukannya sangat penting dan strategis dalam membentuk generasi yang berkualitas dan berintegritas dengan menanamkan nilai integritas bagi para generasi penerus,” kata Dhany Sukma, mantan wali kota Jakpus.

Hal senada dituturkan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK RI Rino Haruno, setiap individu dalam mencegah dirinya terlibat kasus korupsi membutuhkan dukungan dari pihak lain.

“Dukungan tersebut beragam sumbernya, bisa jadi dari lingkungan, rekan kerja dan yang pasti itu dari pasangan hidup, karena aktifitas kita setelah dari kantor, otomatis pulang ke rumah, artinya ada waktu lebih saat di rumah. Makanya dalam kesempatan ini, setiap kepala sekolah didampingi dengan suami atau istrinya,” jelas Rino.

Lanjut Rino menambahkan, hal yang sering ditemukan pelanggaran di sekolah yaitu penyalahgunaan dana BOS, pungutan liar (pungli) dari pihak sekolah kepada peserta didik, pengadaan barang dan jasa.

“Harapan kami kepada para peserta bimtek dapat mengikuti dengan maksimal, sehingga mendapatkan bekal tambahan untuk ditularkan kepada para guru, murid, orang tua murid maupun warga di sekolah lainnya,” imbuhnya. (*/van)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *