oleh

UAI Gelar FGD, Bahas Kelanjutan Inovasi PAPR

POSKOTA.CO – Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) menggelar Focuss Group Discussion (FGD)  mengangkat tema Powered Air Purifyng Respirator (PAPR), Kontribusi UAI dalam penanganan Covid 19, Sabtu (25/12/2021). FGD dilaksanakan secara Hybrid dan dipandu oleh Hanny Nurlatifah, S.Pi., M.M. yang merupakan Direktur Direktorat Inovasi, UAI.

Sebagai pembuka diskusi, Hanny menjelaskan kegiatan FGD ini merupakan salah satu tindak lanjut dari pengabdian masyarakat (abdimas) yang dilakukan civitas akademika UAI, yaitu memberikan bantuan produk inovasi pencegahan Covid 19 berupa PAPR yang diberi nama Respirator Rakyat (Respira). Abdimas tersebut menggandeng Rumah Sakit (RS) mitra di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi hingga ke Pemalang.

Respira merupakan Alat Pelindung Diri (APD) karya anak bangsa hasil temuan dari Dosen Program Studi Teknik Industri UAI, Ahmad Juang Pratama, ST, M.Sc. PAPR model LCC-Respira V.01 ini merupakan alat bantu pernapasan portabel yang dilengkapi dengan filter yang berfungsi penyaring udara untuk menyaring partikel mikro termasuk virus yang dapat diganti sesuai kebutuhan. Produk inovasi ini mempertimbangkan keselamatan tenaga kesehatan yang bertugas menangani pasien Covid19, dengan harga terjangkau jika dibandingkan dengan alat dengan fungsi serupa. Respira menjadi salah satu produk inovasi yang dikelola oleh Direktorat Inovasi UAI, info lengkap terkait produk dapat dilihat pada buku profil inovasi 2020 di https://bit.ly/InovasiUAI2020

FGD dibuka oleh Rektor UAI, Prof. Dr. Ir. Asep Saefuddin, M.Sc beserta jajarannya dan dihadiri langsung oleh peneliti dan penemu Respira, Ahmad Juang Pratama. FGD ini juga menghadirkan tenaga kesehatan selaku pengguna Respira, diantaranya dr. Ibadurahman Sp.B dari RS. Bhineka Bakti Husada, dr. Enny ekasari dan Dwi Yuliati, S.KM dari Dinas Kesehatan Kota Depok

Hasil diskusi peserta FGD ini mengarah pada saran pengembangan produk berdasarkan pengalaman dilapangan menggunakan Respira, para pengguna percaya pada kualitas fungisi alat ini. Selain itu beberapa fitur yang harus dikembangkan sehingga kedepannya bisa dikembangkan bukan hanya di masa covid19. Sebuah optimisme alat ini bermanfaat kepada masyarakat dan memberikan rasa aman dan nyaman.

Dekan Fakultas Sains dan Teknologi yang juga Ketua Pelaksana Program Abdimas, Ir. Hidayat Yorianta Sasaerila, M.Sc., Ph.D mengatakan, rangkaian kegiatan ini dapat terlaksana dengan adanya bantuan pendanaan program penelitian kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka dan Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Hasil Penelitian Perguruan Tinggi Swasta tahun 2021 dari Ditjen Dikti, Kemendikbud Ristek RI.

Respira merupakan salah satu produk inovasi yang dikelola oleh Direktorat Inovasi UAI, info lengkap terkait produk dapat dilihat pada buku profil inovasi 2020 di https://bit.ly/InovasiUAI2020. (fs)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *