GIANYAR–Sindikat laboratorium narkoba mephedrone yang dikendalikan jaringan Rusia berhasil diungkap BNN. Laboratarium itu berlokasi di The Lavana De’Bale Marcapada, Pering, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Bali.
Pengungkapan sindikat narkoba jaringan internasional ini kata Kepala BNN RI Komjen Suyudi Ario Seto kepada awak media, Sabtu (7/3/2026) merupakan hasil kerja sama BNN RI, Imigrasi, Bea Cukai serta Polda Bali. Dua tersangka asal negara Rusia diamankan, yakni NT (perempuan) alias KS dan ST (laki-laki).
Keduanya diketahui berperan aktif dalam produksi dan distribusi mephedrone, narkotika jenis party drug yang sangat berbahaya. Pengungkapan laboratorium mephedrone dengan jumlah sebesar itu merupakan yang pertama.
Kedua tersangka diketahui telah masuk ke Indonesia sejak Januari 2026. Selama berada di Bali, kedua tersangka memproduksi mephedrone secara mandiri di sebuah lokasi yang dijadikan laboratorium.
Aktivitas produksi dilakukan pada malam hari mulai pukul 00.00 hingga 04.00 Wita. Tim gabungan berhasil mengungkap kegiatan tersebut pada Kamis (5/3/2026) setelah melakukan pengawasan dan pembuntutan terhadap tersangka sejak Januari 2026.
Barang bukti yang ditemukan dilakoasi berupa mephedrone dalam bentuk larutan hingga serbuk kristal yang siap diedarkan. Petugas juga menyita berbagai bahan kimia dan prekursor yang digunakan untuk memproduksi narkotika tersebut.
Untuk diketahui, mephedrone merupakan narkotika sintetis yang dapat dikonsumsi dengan beberapa cara. Zat tersebut dapat dihirup, dibakar seperti sabu, dibuat dalam bentuk pil seperti ekstasi maupun disuntikkan.
Hasil pemeriksaan, tersangka N diketahui memiliki latar belakang pendidikan di bidang biologi di Rusia. Sedang tersangka ST mengaku pernah bertugas di militer Rusia, tepatnya di bagian intelijen. Namun ia tak lagi bertugas karena mengalami gangguan kesehatan pada saraf di bagian belakang tubuhnya.
Dalam pengungkapan ini, petugas menyita barang bukti, narkotika jenis mephedrone padatan sebanyak kurang lebih 644 gram. Dalam bentuk cairan sebanyak 7.250 mili liter, sehingga total berat bruto menjadi 7.894 gram (7,8 kg).
Tim gabungan juga menemukan berbagai bahan baku padatan sebanyak 2.600 gram (2,6 kg). Cairan sebanyak 219.780 mililiter (219,7 kg) yang diduga kuat digunakan untuk memproduksi mephedrone.(Omi/in)







Komentar