oleh

Polres Jakarta Barat Gerebek Pabrik Industri Ganja Gorila, 14 Kilogram Siap Edar Diamankan

POSKOTA.CO –  Pabrik  pembuatan  tembakau sintetis ganja gorila di wilayah Bandung Jawa Barat digerebek Satres Narkoba Polres Metro Jakarta Barat dan mengamankan 35 paket tembakau sintetis gorila seberat 14 kg. Selain barang bukti belasan kilogram tembakau sintetis gorila, petugas menangkap 5 tersangka, yaitu FJ (21), AA (22), YD (22), DP (23) dan OP (19).

Dua dari lima tersangka YD dan DP yang memproduksi sekaligus mengendalikan penjualan seharga Rp25 hingga Rp40 juta per paket. Sementara harga ganja Rp1 hingga 1,5 juta per paket dijual oleh pengedar.

Sedangkan peran AA sebagai kurir ketika ganja ini sudah siap di edarkan. Sementara, OP sebagai operator yang mengatur pengiriman.

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Audie S Latuheru, mengatakan dalam pembuatan tembakau sintetis tersebut, tersangka mencampurkan larutan bahan kimia ke dalam cairan alkohol.

Setelah larut, cairan tersebut disiram ke tiap tembakau kering yang sudah disiapkan, lalu dikeringkan kembali hingga kemudian dikemas menggunakan plastik.

“Banyak yang belum tau, kalau tembakau gorila itu tembakau biasa yang dicampur dengan bahan kimia tertentu, atau yang disebut canabinoid dicampur juga dengan metanol, direndam tembakaunya dan dikeringkan,” terang Audie, saat jumpa pers Selasa (3/3/2020).

Jika dihisap, ganja tersebut memiliki efek yang cukup membahayakan 10 kali lipat dari ganja kering biasa tergantung kandungan campuran kimianya. Sebab, dalam racikan terdapat bahan kimia yang dicampur ke dalam tembakau.

Bila kita berdekatan dengan pemakai ganja, cerita Kapolres, maka akan tercium baunya. Namun untuk aroma dari ganja gorila sintetis yang diproduksi di Bandung, Jawa Barat ini tidak bau sama sekali.

“Kayak rokok biasa aja baunya. Karena memang ini adalah asli tembakau yang dikasih kimia. Tapi efeknya berbahaya. karena perbedaan yang kedua itu, ketika satu kali atau dua kali hisap ganja gorila sintetis ini bisa tidak sadarkan diri sampai dua hari,” sambung Audie.

Dari pengakuan tersangka, pasar tembakau gorilla ditujukan untuk anak muda mahasiswa dan kelas menengah ke atas karena harganya relatif mahal.

Sedangkan pengungkapan tembakau gorila ini dari hasil pengembangan Unit III Satres Narkoba Polres Metro Jakarta Barat.

Berawal dari tersangka, FA (21) seorang mahasiswa pengguna dan mengedarkan ganja gorila sintetis. FA diciduk di kawasan Bekasi, Jawa Barat dipimpin langsung Kasat Narkoba Kompol Ronaldo Maradona, Kanit III narkoba AKP Fiernando.

Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat Kompol Ronaldo Maradona Siregar (tengah) memberi keterangan pers terkaitan pengungkapan produsen tembakau sintetis gorila di wilayah Bandung, Jawa Barat, Selasa (3/3/2020).

Dari hasil pemeriksaan FA, ia memesan tembakau gorila melalui media sosial. Kemudian petugas melakukan pengembangan hingga berhasil menggerebek sebuah unit apartemen yang dijadikan tempat pembuat tembakau gorila, paada Minggu 16 Februari 2020.

“Petugas langsung bergerak cepat dan berhasil mengamankan empat tersangka lain, DP, YD, AA dan OP yang sedang meracik tembakau sintetis dengan bahan kimia,” tukas Audie.

Dari dalam kamar apartemen tersebyt, disita 14 kg tembakau gorila sintetis siap edar yang terdiri dari 2 paket ganja tembakau sintetis seberat 295 gram, 14 plastik sedang dengan berat 5 kg, satu boks tembakau 2,5 kg, 6 bungkus 3,4 kg dan 13 bungkus bahan kimia untuk mencampur tembakau.

Para tersangka ini, sambung Audie belajar membuat ganja gorila sintetis secara otodidak lewat video YouTube. Kemudian dipraktekan dan menghasilkan efek yang begitu bagus jika tembakau gorila ini dihisab.

“Selain dari YouTube dia juga ada yang ngajarin. Tapi kami masih dalami siapa yang ngajarin dia atau nyuruh dia belajar dari YouTube,” tandasnya. (r)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *