oleh

Polisi Bongkar Pemalsuan Surat Hasil Tes Covid-19 di Tigaraksa

POSKOTA.CO – Kepolisian Resor (Polres) Kota Tangerang membongkar pemalsuan surat keterangan bebas Covid-19. Seorang pemuda tamatan Sekolah Dasar (SD) ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Kapolres Kota Tangerang Kombespol Wahyu Sri Bintoro mengatakan, terungkapnya kasus ini berawal dari informasi masyarakat terkait adanya pemalsuan surat hasil tes Covid-19. Ia pun menugaskan tim Satreskrim untuk melakukan penyelidikan.

“Tim di lapangan melakukan penyelidikan kepada masyarakat yang melakukan tes Covid-19. Kami mendapatkan keterangan surat hasil tes Covid-19 palsu,” kata Kombespol Wahyu kepada POSKOTA.CO, Selasa (24/8/2021).

Setelah mendapatkan barang bukti yang cukup, lanjut Wahyu, tim dipimpin Kompol Dadi Perdana Putra meringkus seorang pemuda berinisial GTL (23) di Perumahan Mustika, Desa Pasir Nangka, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.

“Tersangka mengakui surat keterangan hasil tes Covid-19 itu palsu dan dibuat sendiri. Tersangka menscan surat keterangan hasil tes Covid-19 Ciputra Hospital Citra Raya lalu diedit menggunakan aplikasi photoshop,” ungkap Kapolres terbaik di Polda Banten ini.

Akibat perbuatannya, kata Wahyu, pemuda tamatan SD tersebut kini mendekam di balik jeruji benci Polres Kota Tangerang. Ia dijerat Pasal 263 atau Pasal 268 KUHP dengan ancaman enam tahun penjara.

“Barang bukti yang kita amankan yakni satu unit komputer, alat scaner dan printer,” ucap Wahyu didampingi Kabid Humas Polda Banten AKBP Shinto Silitonga.

Lebih jauh Wahyu menjelaskan, tersangka mengaku baru delapan kali memalsukan surat keterangan hasil tes Covid-19 Ciputra Hospital Citra Raya. Surat abal-abal itu dipatok seharga Rp25 ribu per lembar.

Namun polisi tak begitu saja percaya pengakuan tersangka. Penyidik masih melakukan pengembangan kasus tersebut. Sebab, petugas menemukan uang Rp100 ribu dan surat keterangan hasil tes Covid-19 palsu atas nama Siti Rahayu saat penggeledahan di rumah tersangka.

“Selain menangkap pelaku, polisi juga tengah mengembangkan penyelidikan untuk bisa menemukan siapa saja yang memanfaatkan jasa pelaku. Dalam kasus ini pelaku maupun pengguna jasa juga bisa dijerat pasal pidana karena mens rea ada padanya,” beber AKBP Shinto menambahkan.

Polisi pengungkap kasus perbudakan pabrik kuali di Sepatan, Kabupaten Tangerang ini berharap peran aktif masyarakat agar melaporkan ke polisi bila menemukan kasus yang sama yang memanfaatkan adanya kasus Covid-19 ini untuk kepentingan pribadi.

“Kami berharap masyarakat proaktif memberikan laporan sehingga tujuan pemerintah dalam mengeluarkan kebijakan untuk mendorong masyarakat melakukan vaksinasi sehingga tercapai herd immunity ini bisa tercapai sehingga pandemi Covid-19 bisa segera teratasi,” ucap mantan Kasat Reskrim Polres Kota Tangerang ini. (imam)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *