oleh

Pihak Sekolah Elite Kinderfield Dilaporkan ke Polda Metro Jaya

JAKARTA–Sekolah elite dalam program pengembangan karakter anak sejak usia dini sangat diminati para orang tua menengah atas di Jakarta. Banyak dari ‘kalangan yang berada’  menyekolahkan anaknya di sekolah yang terbilang elite ini.

Dari segi ekonomi hal ini memang sangat menguntungkan bagi pengelolanya. Jadi sudah sewajarnya keamanan yang didapat oleh para peserta didik dengan usia antara 2-4 tahun diperoleh secara maksimal.

Bagi para orang tua sudah sewajarnya berharap sesuatu yang didapat seperti aspek pendidikan, kekeluargaan, termasuk  aspek keamanan juga. Pasalnya mereka telah dengan suka rela mengeluarkan biaya yang tidak sedikit setiap bulannyaq untuk memperoleh semua aspek di atas.

Kinderfield Preschool – Sekolah Permata Harapan Kinderfield Primary Simprug termasuk yang berkomitmen terhadap kebutuhan sosial dan emosional siswa tersebut dengan menawarkan program pengembangan karakter sejak usia dini untuk membantu siswa membentuk karakter positif serta hubungan yang positif dengan orang lain.

Sekolah ini mendorong siswa untuk bersikap baik dan menentang penindasan sambil menjaga lingkungan bebas penindasan di sekolah. Namun  ada  kasus belum lama ini terjadi bahwa adanya kekerasan kepada anak didik dan juga adanya ketidaknyamanan tempat untuk anak usia 2-4 tahun tersebut.

Padahal anak yang masih terbilang usia dini ini seharusnya wajib mendapatkan kenyamanan dalam bermain, pendidikan, dan juga interaksi kepada sesama anak di sekitar sekolah dan tempat bermainnya.

Pada hari Sabtu (27/04/24) sekira pukul 09.00 WIB terjadi peristiwa atau kecelakaan terhadap salah satu anak (2-4 tahun) di lingkungan sekolah yang  mengalami luka sobek di kepala. Luka sobek berasal dari kaca sekitar tempat bermain hingga dilakukan penangganan serius dan akhirnya mengalami jahitan di sekitar kepala sebanyak 8 jahitan.

Peristiwa Dilaporkan ke Polda Metro Jaya

Akhirnya orang tua siswa melaporkan pihak sekolah dengan No. STTLP/B/2342/IV/2024/SPKT/POLDA METRO JAYA, Tim Herald Indonesia bergegas untuk mengkonfirmasi ke pihak sekolah langsung melalui website https://kinderfieldhighfield.sch.id/, tetapi tidak ada tanggapan sama sekali. Akibatnya pihak kuasa hukum melaporkan peristiwa ini dengan lengkap sehingga laporan diterima oleh pihak Polda Metro Jaya.

“Semula anak klien kami dibilang gak balance terjatuh, faktanya didorong ke kaca sampai mengalami luka sobek di kepala yang berasal dari kaca sekitar tempat bermain hingga dilakukan penangganan serius dan akhirnya anak dibius total dan menjalani operasi jahitan di sekitar kepala sebanyak 8 jahitan,” ujar Aulia Amri, Kuasa Hukum Pelapor.

Kasus yang menimpa anak pada hari Sabtu kemarin itu  merupakan tindakan yang membahayakan bagi anak yang berusia 2-4 tahun. Tenaga pengajar telah lalai  menempatkan anak-anak (dibawah 4 tahun) di lokasi yang tidak aman (adanya kaca dan beling) dan pihak guru wajib memperhatikan anak sewaktu bermain.

Diketahui korban sebelumnya didorong oleh teman bermainnya sehingga terjatuh membentur kaca pembatas sampai pecah. Sehingga menyebabkan terjadinya peristiwa kepada anak dibawah umur di sekolah hingga perlu dilakukan penangan serius di Rumah Sakit.

Dari pihak sekolah sudah menginformasikan setelah melakukan komunikasi lewat whatsApp. Pihak sekolah lewat Kepala Sekolah Kinderfield Preschool, Ibu Yulianti memberikan dan mengarahkan ke pihak penasihat hukumnya.

“Selamat siang juga. Saat ini saya sedang sibuk dengan giat di sekolah. Jadi mohon dimaklumi. Terkait permintaan konfirmasi, silahkan hubungi langsung penasihat hukum sekolah. Terimakasih”, ujar balasan lewat WA dari Ms. Asnah Roida Yuliati pada Kamis (02/05/24).

Kasus yang menimpa anak dibawah umur menjerat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan atas Undang Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. (*/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *