oleh

Misteri Laporan Keuangan Kementerian PUPR Bakal Ditelusuri KPK

POSKOTA.CO – Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK akan menelusuri informasi sekecil apapun dari masyarakat tentang penyelewengan anggaran yang merugikan negara.

Penegasan itu diungkapkan pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri, Selasa (12/1/2021). Artinya segala bentuk penyelewengan KPK tak akan ada kompromi apalagi win-win solusion. “Tunggu pasti kita tindak lanjuti,” ujarnya.

Diwartakan sebelumnya, beredar laporan Keuangan Kementerian PUPR Tahun Anggaran 2018 yang dipublikasikan banyak menimbulkan catatan khusus. Masalahnya laporan keuangan hanya sampai pada penjelasan (Catatan) Realisasi Anggaran Belanja Modal BLU, sedangkan untuk Penjelasan (Catatan) Neraca dan Laporan Operasional Tidak disajikan.

Catatan khusus yang dimaksud adanya perbedaan dengan penjelasan laporan Keuangan TA 2019 yang lebih lengkap bila dibandingkan dengan Laporan Keuangan TA 2018. Selisih/Penyimpangan Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2018 adalah sebesar Rp. 2.041.415.960.916,-

Selisih tersebut dikarenakan dalam menerapkan perhitungan:

Penyajian Akumulasi Penyusutan tidak sesuai dengan yang seharusnya dan apabila Akumulasi Penyusutan diterapkan sesuai dengan yang seharusnya, maka Neraca menjadi tidak Balance antara Total Aset dengan Total Kewajiban + Ekuitas, dengan demikian Penerapan Metode Akumulasi Penyusutan yang disajikan (diterapkan) oleh Kementerian PUPR terindikasikan (diduga) untuk menutupi Kebocoran atau diduga (terindikasikan) untuk menutupi korupsi yang terjadi pada Tahun Anggaran 2018.

Penerapan Metode Akumulasi Penyusutan yang diterapkan oleh Kementerian PUPR Tahun Anggaran 2018 adalah :

Beban Penyusutan Aset Tetap Dan Aset Lain-Lain adalah sebesar Rp. 66.020.703.007.922,-

Aset Tetap

Saldo Awal Akumulasi Penyusutan (31 Desember 2017) Rp. 252.922.933.562.475,-

Saldo Akhir Akumulasi 31 Desember 2018 Rp. 291.448.704.342.706,-

Beban Penyusutan Berdasarkan Mutasi Akumulasi Rp. 38.525.770.780.231,-

Aset Lain-Lain

Saldo Awal Akumulasi Penyusutan (31 Desember 2017) Rp. 7.105.469.643.541,-

Saldo Akhir Akumulasi 31 Desember 2018 Rp. 32.558.708.987.531,-

Beban Penyusutan Berdasarkan Mutasi Akumulasi Rp. 25.453.239.343.990,-

Beban Penyusutan Berdasarkan Mutasi Akumulasi Penyusutan adalah :

Aset Tetap Rp. 38.525.770.780.231,-

Aset Lain-Lain Rp. 25.453.239.343.990,-

Jumlah Rp. 63.979.010.124.221,-

Beban Penyusutan Pada Laporan Operasional Rp. 66.020.703.007.992,-

Selisih Beban Penyusutan (L- O Lebih Besar Dari Mutasi Akumulasi) Rp. 2.041.692.883.701,-

Demikian juga untuk perhitungan penyisihan kerugian penurunan nilai terdapat selisih Minus (Rp. 276.992.785,-), selisih Minus dikarenakan Jumlah (Kumulatif) biaya penyisihan lebih besar dari pada Biaya yang dibebankan pada Laporan Operasional.

Adapun perhitungan Jumlah Biaya Penyisihan berdasarkan Mutasi Cadangan Penyisihan Penurunan Nilai yang disajikan di Neraca adalah :

Mutasi Penyisihan Piutang Bukan Pajak

Saldo Akhir Rp. 34.881.416.800,-

Saldo Awal Rp. 33.768.081.146,-

Kenaikan Biaya Penyisihan Rp. 1.113.335.654,-

Mutasi Penyisihan Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran

Saldo Akhir Rp. 43.956.217,-

Saldo Awal Rp. 39.121.140,-

Kenaikan Biaya Penyisihan Rp. 4.835.077,-

Mutasi Penyisihan Bagian Lancar TP/TGR

Saldo Akhir Rp. 940.110,-

Saldo Awal Rp. 595.923,-

Kenaikan Biaya Penyisihan Rp. 344.187,-

Mutasi Penyisihan Piutang Dari Kegiatan Operasional BLU

Saldo Akhir Rp. 1.319.436.302.466,-

Saldo Awal Rp. 1.023.971.470.822,-

Kenaikan Biaya Penyisihan Rp. 295.464.831.644,-
Surat Meminta Klarifikasi meminta konfirmasi dari Media Mapikor

Mutasi Penyisihan Piutang Tagihan Penjualan Angsuran

Saldo Akhir Rp. 478.274.122,-

Saldo Awal Rp. 523.867.343,-
Keterangan dari PUPR

Penurunan Biaya Penyisihan (Rp. 45.593.221,-) hal ini dikarenakan Saldo Awal Lebih Besar Dari Saldo Akhir, sehingga beban penyisihan sebagai pengurang biaya tidak ada.

Mutasi Penyisihan Piutang Tagihan TP/TGR

Saldo Akhir Rp. 235.775.566,-
Saldo Awal Rp. 287.925.030,-

Penurunan Biaya Penyisihan (Rp. 52.149.464,-) hal ini dikarenakan Saldo Awal Lebih Besar Dari Saldo Akhir, sehingga beban penyisihan sebagai pengurang biaya tidak ada.

Mutasi Penyisihan Piutang TP/TGR BLU

Saldo Akhir Rp. 638.417,-

Saldo Awal Rp. 0,-

Kenaikan Biaya Penyisihan Rp. 638.417,-
Berdasarkan Perhitungan dari Penyajian Cadangan Penyisihan tersebut diatas, di peroleh hasil :

Kenaikan Cadangan Penyisihan Piutang Bukan Pajak Rp.1.113.335.654,-
Kenaikan Cadangan Penyisihan Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran Rp.4.835.077,-
Kenaikan Cadangan Penyisihan Bagian Lancar TP/TGR Rp.344.187,-
Kenaikan Cadangan Penyisihan Piutang Dari Kegiatan Operasional BLUR p. 295.464.831.644,-
Penurunan Cadangan Penyisihan Piutang Tagihan Penjualan Angsuran (Rp. 45.593.221,-)
Penurunan Cadangan Penyisihan Piutang Tagihan TP/TGR (Rp.52.149.464,-)
Kenaikan Cadangan Penyisihan Piutang TP/TGR BLU Rp. 638.417.(tim

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *