oleh

Ketua Bem Fisib Unpak, Dilaporkan Gamki karena Dugaan Menista Agama

POSKOTA. CO – Ketua BEM (badan eksekutif mahasiswa) fakultas ilmu sosial dan ilmu budaya (Fisib) Universitas Pakuan (Unpak) Bogor, Tenu Permana dilaporkan ke polisi Jumat (27/8/2021).

Laporan polisi ini terkait unggahan di akun Instagram BEM Fisib yang menghina atau menistakan agama atau keyakinan umat kristiani.

Gerakan Anak Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kota Bogor melapor Tenu Permana dengan tuduhan tindak pidana Undang-Undang ITE Pasal 27 ayat 3 terkait pendistribusian informasi elektronik yang bermuatan penghinaan dan pencemaran nama baik.

GAMKI Cabang Bogor melaporkan akun media sosial BEM FISIB Universitas Pakuan (Unpak) karena telah memposting dan mengedit gambar terkait agama tertentu.

Wakil Ketua GAMKI Cabang Bogor, Anto Siburian di Polresta Bogor Kota kepada wartawan mengatakan, laporan dibuat, karena perbuatan BEM FISIB Unpak, telah menghina agama Kristen.

Menurut Anto, bermula dari postingan akun dengan username bemfisib_unpak di Instagram pada Senin (23/8/2021) berupa gambar yang terkait dengan lukisan agama Kristen dan kemudian mengedit lukisan asli tersebut.

Lukisan perjamuan kudus Tuhan Yesus bersama kedua belas muridnya, oleh Tenu Permana dijadikan sebagai flyer pengenalan mahasiswa baru FISIB Universitas Pakuan. Ditambah lagi lukisan tersebut justru diedit menjadi kurang pantas.

Tidak hanya itu, karakter Tuhan Yesus pada lukisan aslinya, oleh terlapor kemudian diganti wajahnya dengan logo Orang Tua (OT), yang biasa ditemukan pada minuman-minuman alkohol anggur merah. “Bagaimana mungkin sekelas lembaga BEM bisa melakukan hal sefatal ini. Bagi saya, ini blunder yang sangat memalukan sekaligus mengecewakan,” kata Anto.

Namun laporan ini, oleh Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Bogor dilakukan mediasi. Ruang dialog terkait flayer di akun BEM Fisib Unpak digelar di aula Marga Siswa PMKRI Bogor.

Pertemuan diikuti oleh pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Budaya Universitas (Fisib Unpak), Keluarga Mahasiswa Katolik Pakuan (KMKP) serta Mahasiswa Kristen Oikomene (MKO) Unpak.

Flayer terkait perjamuan kudus yang diedit dengan menempelkan logo produk minuman anggur itu telah diposting pada tanggal 23 Agustus 2021, namun saat ini sudah di-takedown oleh admin official intagram BEM Fisib Unpak.

Postingan berbau SARA ini telah menimbulkan keresahan dan pertanyaan oleh beberapa pihak yakni Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) KMKP Universitas Pakuan dan Mahasiswa Kristen Oikumene.

Ferdinandus Wali Ate, Ketua Presidium PMKRI Bogor mengungkapkan, pertemuan ini dilakukan untuk mendengar motivasi pihak BEM Fisib Unpak agar tidak menimbulkan konflik dan kesalah-pahaman.

Dalam pertemuan itu, Ketua BEM Fisib Unpak Tenu Permana mengklarifikasi, postingan akun Instagram BEM Fisib merupakan idenya sendiri.
Dia menyatakan bahwa, tidak ada niat untuk menghina atau menistakan agama atau keyakinan umat kristiani.

“Semua murni karena ignorant (kurang pengetahuan). Makna yang diambil adalah nilai (profan) dari perjamuan terakhir yakni kebersamaan dan kerjasama yang mana jadi inspirasi untuk kegiatan Penerimaan mahasiswa baru di FISIB Unpak,” katanya.

Pihak BEM Fisib Unpak telah membuat video klarifikasi dan surat permohonan maaf kepada semua pihak yang dirugikan. Pihaknya juga mengakui kesalahan dan menjadikan masalah ini sebagai pelajaran bagi pengurus BEM Fisib Unpak.

Kholisan Agave Simbolon dari Mahasiswa Kristen Oikumene (MKO) menyatakan, masalah ini terjadi atas ketidak-pahaman lembaga BEM Fisib Unpak mengenai perjamuan Kudus dan kurangnya komunikasi di internal.

Dia menjelaskan, perjamuan Kudus adalah hal yang sangat sakral bagi orang Kristen, karna melambang persekutuan dengan Kristus agar selalu mengingat pengorbanan dan kematiannya di kayu salib. “Hal ini yang memicu teman-teman kristiani kecewa dan menyayangkan atas perbuatan BEM Fisib tersebut,” bebernya.

Pihak BEM Fisib yang membuat konten ini mengaku bahwa, tujuan konten tersebut yaitu mengambil nilai-nilai kekristenan pada perjamuan Kudus, adanya rasa kekeluargaan, dan anggur untuk menghangatkan tubuh, tongkrongan, dan nilai ini bisa dibawa kepada generasi penerus yaitu mahasiswa baru Fisib Unpak.

Kholisan menyatakan bahwa, alasan tersebut sangat salah dan tidak tepat. Pasalnya, perjamuan kudus adalah hal yang sakral, tidak dapat diinterpretasikan dengan pendekatan lainnya. “Prinsipnya adalah Back to Bible, apa yang kami pahami dan sudah jelas dikatakan Alkitab tidak perlu diinterpretasikan ke hal lain,” tegasnya.

Setelah berdiskusi panjang, seluruh pihak yang hadir menerima permohonan maaf dari BEM Fisib Unpak.
Mereka sepakat untuk tidak memperpanjang masalah ini. Pihak BEM juga telah menyampaikan permohonan maaf, khususnya kepada umat Kristiani.

“Harapan kami, ini menjadi pelajaran bagi kita semua, setiap orang pernah melakukan kesalahan, dan saya bangga terhadap mereka yang mau berdiskusi dan mau bertanggung jawab atas kesalahan mereka,” tambah dia.

Yohanes Epa Nahak Tetik dari KMKP mengaku kecewa dan menyayangkan adanya gambar perjamuan terakhir Tuhan Yesus dengan tempelan logo minuman anggur orang tua.

Postingan itu dinilai memberikan kesan bahwa perjamuan terakhir tersebut hanya sebatas minum anggur dan mabuk-mabukan.
“Meski begitu saya sebagai delegator KMKP sudah memaafkan pelaku dan selalu mengedepankan kasih daripada kekerasan,” ujarnya. (yopi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *