POSKOTA.CO–Kelompok bersenjata tajam yang menyerang keluarga Ade Gonon, Calon Kepala Desa (Cakades) Klapanunggal, Kabupaten Bogor dibekuk.
Satu pelaku yang terkurung dalam rumah korban, diamankan polisi dengan pengawalan ketat. Massa diluar rumah korban yang sangat banyak, membuat polisi tak henti-hentinya berteriak meminta massa mundur, saat membawa pelaku keluar dengan tangan terikat dari dalam rumah korban.
Pelaku yang memakai celana pendek warna cokelat muda dan kaos hitam ini saat diamankan polisi, ternyata membawa dua senjata tajam jenis samurai.
Korban Ade Gonon yang dibacok pada lehernya, tidak mengalami luka. Kepada wartawan ia mengaku, sangat bersyukur, karena dirinya dan keluarganya masih di lindungi Allah sehingga selamat dari aksi sadis ini.
Korban menduga, motif penyerangan atas dirinya dan keluarganya terkait persaingan pemilihan kepala desa di wilayahnya. Bahkan korban kepada wartawan di lokasi meminta, agar dugaan calon yang menjadi rivalnya dan diduga terlibat dalam skenario penyerangan mematikan atas dirinya didiskualifikasi.
“Calon itu harus di diskualifikasi,” kata Ade disambut setuju ratusan massa yang ada dilokasi.
Menurut Ade, ada tiga orang yang masuk kedalam rumahnya dan melakukan penyerangan atas dirinya, anaknya dan ibunya.
Namun apes bagi satu pelaku. Ia lalu mengunci satu pelaku hingga tak bisa kabur. Ia lalu menghubungi polisi untuk mengamankan dan menyelamatkan nyawa pelaku dari ratusan massa yang sudah marah diluar pagar rumahnya.
Para pelaku mendatangi rumah korban dengan menumpang sebuah mobil berwarna putih. Mobil tersebut, kini sudah diamankan polisi.
Diberitakan sebelumnya, Ade Gonon diserang kelompok pria bersenjata tajam. Akibatnya, tiga orang mengalami luka, satu di antaranya seorang nenek berusia 60 tahun.
Penganiayaan tersebut terjadi pada Senen (6/10/20) petang, ketiga korban adalah Lutfi (22), Andres (25), dan Fatimah (60). Saat kejadian, Ade sedang ngobrol dengan tamu, tiba-tiba datang pelaku menenteng senjata tajam.
“Mereka datang menggunakan mobil,” ungkap Ade.
Tanpa bicara sepatah katapun, pelaku langsung menyerang calon Kades Klapanunggal itu. Beruntung Ade dapat menangkis dengan meja yang ada di dekatnya. “Kebetulan ada meja kecil saya pakai untuk tameng,” tambahnya.
Para pelaku selain menyerang Ade, juga membacok anak dan mertuanya. “Saya sempat tarik anak saya. Anak saya yang nomor dua tangannya kena bacok, satu lagi luka di kepala. Mertua saya juga kaki kirinya dibacok,” ungkapnya.
Ketiga korban luka langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat guna mendapatkan penanganan medis. Menurut Ade, sejak sore para pelaku terlihat mondar mandir di depan rumahnya sambil membawa senjata tajam jenis celurit.
“Saksi yang melihat banyak. Ada satu mobil, di dalam ada lebih dari tiga orang. Bawa pasukan, di belakang mobil itu ada banyak orang juga. Sekdes, nunggu disana,” terangnya.
Ade mengungkapkan, diantaranya penyerang ia mengenali yang diduga sebagai dalang penganiayaan.
Terpisah, Kapolsek Klapanunggal, AKP Fadli Amri membenarkan aksi penyerangan terhadap Calon Kepala Desa Klapanunggal.
Namun Fadli menyebut tidak ada korban dalam aksi penyerang tersebut. “Masih dalam penyelidikan motifnya,” kata Fadli. (yopi/fs)







Komentar