KEPULAUAN RIAU — Perairan Indonesia kembali menjadi panggung ketangguhan jaga laut nasional. Satuan tugas gabungan skala besar—terdiri dari TNI Angkatan Laut, BIN, Polri, BNN, dan Bea Cukai—sukses mematahkan operasi penyusupan narkoba jaringan internasional bernilai fantastis di perairan Tanjung Berakit, Kepulauan Riau, Kamis lalu.
Aksi cepat lintas lembaga ini menggagalkan penyelundupan puluhan karung narkotika seberat 1,3 ton. Nilai barang haram tersebut ditaksir sangat masif, mencapai Rp1,9 triliun hingga Rp4,5 triliun—sebuah angka raksasa yang berpotensi merusak jutaan jiwa pemuda Indonesia jika sampai lolos ke daratan.
Berdasarkan siaran pers resmi Koarmada RI yang diterima redaksi media ini pada Sabtu (8/8/2026), pengungkapan ini berawal dari ketajaman analisis data intelijen lintas instansi. Informasi akurat tersebut mengendus pergerakan mencurigakan sebuah kapal kargo asing, MV King Sun, berbendera Tanzania, yang diam-diam menerobos perairan Kepulauan Riau.
Penyergapan Kilat KRI Kerambit-627
Menerima informasi krusial tersebut, KRI Kerambit-627 tidak memberi jeda. Kapal perang TNI AL ini langsung memotong jalur pelayaran MV King Sun di perairan Tanjung Berakit. Dalam hitungan menit, kapal kargo asing itu dikepung, dihentikan, dan dikuasai sepenuhnya untuk penggeledahan total.
Pemeriksaan maraton oleh tim gabungan menyisir setiap sudut kapal hingga akhirnya menemukan tumpukan karung tersembunyi.
Saat dibongkar, karung-karung padat tersebut berisi paket narkotika skala besar.
Panglima Koarmada RI, Laksamana Madya TNI Dr. Denih Hendrata, menegaskan bahwa operasi ini merupakan bukti konkret ketatnya sistem pertahanan maritim Indonesia.
”Keberhasilan ini adalah bukti nyata efektifnya sinergi antarlembaga dalam menjaga keamanan wilayah laut Indonesia. Laut kita bukan ruang bebas bagi para penyelundup narkoba!” tegas Panglima Koarmada RI.
Saat ini, seluruh ABK/tersangka beserta kapal MV King Sun dan barang bukti 1,3 ton narkoba telah diseret ke pangkalan untuk pemeriksaan mendalam. Tim penyidik gabungan terus bergerak cepat menguraikan benang kusut jaringan internasional dan mencari aktor intelektual di balik penyelundupan ini. (aga/in)







Komentar