oleh

Kapolri Didesak Bertindak Tegas, Anak Petani Dicoret Jadi Polisi Diganti Keponakan Pamen Polri

POSKOTA.CO-Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo didesak Indonesia Cinta Kamtibmas (ICK) untuk menindak pihak-pihak yang bermain curang dalam penerimaan anggota Polri di Polda Maluku Utara (Malut). Ini terkait tindakan semena mena oknum Polda Malut yang mencoret anak seorang petani yang sudah dinyatakan lulus seleksi menjadi anggota Polri.

Sulastri Irwan nama anak petani yang digugurkan menjadi calon polisi wanita (Polwan) di Polda Malut. Sulastri yang awalnya dinyatakan lolos diperingkat tiga mendadak namanya dicoret lalu diganti dengan keponakan seorang perwira menengah (Pamen) di Polda Malut. Jangan karena anak petani miskin lalu diperlakukan sewenang wenang.

Kapolri Sigit didesak ICK tidak hanya mengevaluasi kinerja Kepala Biro (Karo) Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Malut Kombes Pol Juli Agung Pramono, juga kinerja Kapolda Maluku Utara Irjen Pol Midi Siswoko sebagai atasan langsung yang bertanggung dalam penerimaan anggota Polri di wilayah itu.

“ICK mendesak Kapolri juga mengevaluasi kinerja Kapolda Maluku Utara yang menjadi tanggung jawabnya dalam penerimaan siswa Polri di wilayah hukum yang di pimpinnya,” kata Ketua Ketua Presidium ICK, Gardi Gazarin, SH, dalam keterangan persnya di Jakarta, Minggu (13/11/2022).

Kapolri juga diminta meninjau semua proses penerimaan anggota Polri di seluruh Polda untuk tidak kembali terjadi kekeliruan dan kesalahan dalam merekrut siswa Polri. Harusnya sudah tidak ada kekeliruan dan kesalahan dalam rekrut calon siswa Polri.

“Peristiwa pilu anak petani, Sulastri Irwan, calon Polwan yang lulus Pantukhir peringkat 3 justru digugurkan sebagai calon siswa sekolah Bintara Polisi Gelombang ke II/2022. Hal ini sangat disayangkan masih terjadi adanya kekeliruan fatal yang tidak saja menimbulkan kerugian  psykologis calon siswa tapi juga institusi Polri,” tegas Gardi.

Sebab, insiden kesalahan rekrut akan berakibat fatal bagi perwira polri ke depan. Apalagi yang terjadi di pelupuk mata, wajar menjadi kecaman masyarakat bahkan kecewa mendalam. Karena itu, Kapolri diharapkan konsisten memerintah jajaran Polda tidak main-main merekrut siswa Bintara sampai Akadmsi Kepolisian (Akpol).

Hal itu adalah harapan masyarakat sesuai janji Presisi Kapolri, yang artinya apapun dilakukan jajaran Polri apalagi menyangkut perekrutan atau penggodokan Polri ujung tombak mencapai hasil terbaik tanpa cacat. Walaupun terjadi di lapangan, kekeliruan dan kesalahan sehingga jangan segan menindak anggota dan tegas sanksi mencopot jabatan yang terkait.

Dikatakan Gardi Gazarin, agar ke depan jangan kembali terulang, perekrutan yang salah maka cepat meluruskan itu tindakan yang wajar.

“Di satu sisi tetap menjadi catatan merah karena sudah terjadi dan menimbulkan kegaduhan. Semestinya semakin tahun proses perekrutan siswa Polri mengalami peningkatan jangan sampai ada kesalahan. Pengalaman ini, faktanya masih terjadi. Ini tamparan bagi Polri sehingga adanya kecaman dan tuduhan masih maraknya KKN merekrut siswa Polri bukan rahasia di masyarakat,” ungkapnya.

ICK berharap proses pengumuman siswa secara resmi digelar melalui berbagai tata cara yang dilaksanakan via pengumuman resmi di wilayah Polres, Polda dan Mabes itu merupakan fakta Polri untuk merekrut yang terbaik. Namun akibat ketidak telitian, kesewenangan dan kesalahan bahkan unsur KKN masih terjadi pelanggaran yang mengakibatkan kerugian calon siswa dan masyarakat secara umum.

Untuk itu, pasca insiden calon Polda di Maluku Utara setelah mengikuti tes dan berhasil lalu dibatalkan gegara usia. “Hendaknya sejak dini, pimpinan Polri tidak menutup mata proses perekrutan dari hulu ke hilir bahkan meninjau ulang kinerja Kapolda Maluku Utara. Tindakan itu perlu agar menjadi contoh Polda lain tidak main-main dan meremehkan figur calon siswa yang mengutamakan kedekatan dan keluarga, menjauhkan golongan masyarakat biasa. Rekrut calon siswa Polri tentu harus profesional. tidak pilih pilih,” kata Gardi Gazarin.

Insiden pembatalan siswa Polwan Sulastri Irwan, itu jelas memalukan menurut Gardi Gazarin. Apalagi kini telah menimbulkan keprihatinan karena sudah berlangsung secara transparan dari waktu ke waktu yang nyatanya batal. Lalu, ada iming-iming akan dimasukan kembali dengan pertimbangan ada waktu.

“Apalagi pasca pembatalan itu sudah diketahui semua orang dan viral bahkan didampingi pengacara Sulastri Irwan mendesak dilakukan tindakan hukum terhadap panitia yang jelas lengah, lalai bahkan disinyalir unsur kesengajaan dengan pembatalan itu,” pungkas Gardi Gazarin.(Omi/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *