oleh

Juwana Dituntut Hukuman Mati dan Haerudin Seumur Hidup dalam Kasus Pembunuhan

POSKOTA. CO – Terdakwa Juwana alias Juan, 20, warga Kampung Cibaid RT 01/06, Desa Bantar Karet, Kec. Nanggung dituntut hukuman mati dan teman terdakwa Haerudin bin Ace, 20, warga Kp. Gunung Dahu Kaler Rt.001/006 Kel. Bantar Karet Kec. Nanggung Bogor dituntut hukuman seumur hidup dalam  kasus pembunuhan almarhum Mohammad Syarifudin alias Didin yang terjadi 27 Agustus 2020 lalu.

Tuntutan hukuman mati terhadap terdakwa Juwana dan seumur hidup untuk Haerudin dibacakan Jaksa Penuntut Umum Arif Syafrianto dan Rozi Julianto dihadapan Majelis Hakim yang dipimpin Hakim Ketua Andi Musyafir didampingi hakim anggota Ahmad Fadil dan Fauzi dalam sidang secara virtual di Pengadilan Negeri (PN) Depok, kata Kepala Seksi Intelijen Kejari Depok, Herlangga Wisnu, Senin (21/6).

Sidang kasus pembunuhan dilaksanakan dengan dua berkas terpisah menuntut keduanya secara syah dan terbukti bersalah menghilangkan nyawa orang lain dengan perbuatan keji, sadis dan tidak manusiawi menggunakan batang besok bekas knalpot motor saat korban tertidur.

Pasal yang dituntut  untuk Juwana oleh jaksa adalah Primair Pasal 340 KUHP ada pun yang memberatkan perbuatan terdakwa dilakukan secara keji, sadis, dapat memicu kerusahan antar masyarakat terutama keluarga korban dan selaku eksekutor pembunuh pertama.

Untuk terdakwa Haerudin, Pasal yang dikenakan oleh JPU Kesatu Primair Pasal 340 KUHP Jo Pasal 55 Ayat  (1) ke-1 KUHP dan Kedua Pasal 181  KUHPidana. Jo Pasal 55 Ayat  (1) ke-1 KUHP dengan tuntutan seumur hidup.

Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Depok Herlangga Wisnu Murdianto,  menambahkan kasus itu terjadi sekitar tanggal 27 Agustus 2020 setelah sebelumnya ke dua terdakwa merencanakan pembunuhan tanggal 25 Agustus 2020 dengan cara mengajak korban alm. Mohammad Syarifudin menginap di rumah kontrakan kakak terdakwa Juwana di Kampung Cibaid RT 01/06, Desa Bantar Karet, Nanggung, Kab. Bogor.

Korban dijemput dengan sepeda motor oleh Haerudin untuk diajak menginap di rumah kaka terdakwa Juwana. Saat korban tertidur di lantai atas ke dua korban kemudian secara bergantian menghajar kepala dan tubuh korban dengan besi knalpot sepeda motor hingga tewas ditempat. Setelah korban meninggal kemudian tubuh korban tanggal 28 Agustus 2020 dibawa ke kebun kosong dan dikuburkan.

Kasus itu terbongkar saat keluarga korban merasa heran sudah hampir beberapa lama tidak kelihatan dan melaporkan ke pihak berwajib.

Barang bukti yang disita dalam kasus tersebut antara lain satu buah keramik bermotif warna hijau,  satu buah ember warna hitam, satu buah tabung gas ukuran 3 kg, dua buah palu, satu buah pahat, satu buah piring plastic, satu buah tali tambang warna kuning, satu buah karpet, satu buah knalpot sepeda motor, satu buah potongan rangka besi sepeda motor, dua buah cangkul dirampas untuk dimusnahkan dan membebankan kepada terdakwa untuk membayar biaya perkara sebesar Rp 2.000,- (dua ribu rupiah). (anton/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *