oleh

Ditutupi Cabai dan Kerupuk, Bea Cukai Temukan 3,8 Juta Batang Rokok Ilegal

POSKOTA.CO – Petugas Beacukai menggagalkan penyelundupan 3,8 juta batang rokok senilai  Rp 3,86 miliar yang dilakukan sindikat peredaran rikok ilegal jaringan Jawa-Sumatera.

Rokok ilegal ini  jika lolos berpotensi menimbulkan kerugian negara Rp 1,99 miliar.

Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kanwil Beacukai Jateng-DIY, Moch. Arif Setijo Nugroho, menjelaskan pihaknya mendapatkan informasi

ada pergerakan pengangkutan rokok ilegal dari Jepara menuju wilayah Sumatera.

Berdasarkan laporan tersebut, tim Bea Cukai Semarang dan Tegal turun ke lapangan untuk berpatroli di sepanjang jalan yang akan dilalui oleh kendaraan yang mengangkut rokok ilegal.

Petugas terus menyisir sepanjang Jalan Demak-Semarang dan Jalan Tol Semarang-Tegal.

Hasilnya petugas mencurigai truk

yang mengangkut muatan karung berisi cabai keriting dengan tujuan untuk mengelabuhi petugas.

Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap truk cabe tersebut,  kedapatan berisikan rokok illegal berbagai merk yang dilekati pita cukaipalsu.

“Kami tangkap pada hari Sabtu, 8 Agustus 2020, pukul 03.30 WIB di Tol Pejagan – Pemalang di KM-311, Sumur Gesing, Jebed Utara, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang,” ujarnya.

Total rokok ilegal yang diangkut sebanyak 1,07 juta batang dengan nilai sebesar Rp 1,09 miliar dan dengan potensi kerugian negara mencapai Rp 638,41 juta.

Selain mengamankan rokok ilegal, petugas juga menggiring sopir dan kernet dibawa ke Bea Cukai Tegal untuk pendalaman.

Diperoleh informasi lainnya akan ada pengiriman berikutnya hingga pada hari Minggu 9  Agustus petugas kembali mengamankan truk yang kedapatan mengangkut 780 ribu batang rokok illegal tanpa dilekati pita cukai sekitar 01.30 WIB di Jalan Kaligawe Raya, Trimulyo, Kecamatan Genuk, Kota Semarang.

Nilainya diperkirakan sebesar Rp 795,6 Juta dan dengan potensi kerugian negara mencapai Rp 462,78 juta.

” Kali ini rokok ditutupi dengan muatan kerupuk sebagai kamuflase,” sebut Arif.

Tidak sampai disitu, pada malam hari yang sama di Rest Area 229 Tol Palikanci juga mengamankan rokok ilegal 1,96 juta batang rokok tanpa dilekati pita cukai dengan nilai sebesar Rp1,96 miliar dan dengan potensi kerugian negara mencapai Rp 895,44 juta.

Dari pengakuan sopir dan kernet, rokok tersebut hendak dipasarkan ke wilayah Sumatera yang memang menjadi pasar tersendiri antara lain daerah Padang, Jambi, Pekanbaru dan Lampung.

Para  pengedar rokok illegal dijerat dengan Pasal 54 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai dengan ancaman hukuman pidana penjara paling singkat satu tahun dan paling lama lima tahun dan/atau pidana denda paling sedikit dua kali nilai cukai dan paling banyak 10 kali nilai cukai yang seharusnya dibayar,” sebut Thomas. (d)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *