oleh

Semarak HUT Ke-81RI: KOWANI Perkuat Sinergi Asta Cita, Makanan Bergizi Gratis, dan Usulkan Tempe ke UNESCO

JAKARTA — Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) bersama Badan Pangan Nasional merayakan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 melalui perhelatan “Semarak Kemerdekaan bersama KOWANI” di Lapangan Kantor KOWANI, Jalan Imam Bonjol No. 58, Jakarta Pusat, Senin (17/8/2026).

​Acara yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum KOWANI Periode 2024–2029, Ny. Nannie Hadi Tjahjanto, S.H., ini memadukan kemeriahan perlombaan rakyat, aksi kebugaran, Gerakan Pangan Murah (GPM), hingga penegakan komitmen strategi nasional bagi keberdayaan perempuan dan ketahanan pangan.

​Peran Perempuan dan Pengawalan Program Pemerintah

​Dalam keterangannya di hadapan awak media, Ny. Nannie Hadi Tjahjanto menegaskan sejarah panjang KOWANI yang berdiri sejak tahun 1928 dan membawahi 129 organisasi perempuan hingga jaringan akar rumput (grassroots). KOWANI terus bergerak selaras dengan visi pemerintah untuk mendukung percepatan Sustainable Development Goals (SDGs) serta Asta Cita.

​”Perempuan adalah pilar bangsa yang melahirkan generasi penerus untuk mengisi Indonesia Emas. KOWANI hadir menerjemahkan program pemerintah: kita dorong pembukaan kios pangan murah, upaya stop stunting, stop kekerasan, hingga stop narkoba secara berjenjang.” ujar Ny. Nannie Hadi Tjahjanto.

​Solusi Strategis Program Makan Bergizi Gratis (MBG) & Kantin Sekolah

​Menanggapi implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) prioritas Presiden Prabowo Subianto, Ketum KOWANI menegaskan kesiapan organisasinya untuk memberikan edukasi dan pengawasan resep standar pengolahan makanan guna mencegah kasus kontaminasi maupun keracunan.

​”Makanan itu tidak boleh lebih dari 2 jam, harus segera dikonsumsi. Kami hadir memberi solusi teknis agar sajian sampai ke anak-anak dalam kondisi higienis dan bebas dari risiko virus atau bakteri. KOWANI juga mendukung keterlibatan aktif kantin-kantin sekolah dan siap menyuarakan formulasi terbaik ini kepada Bapak Presiden,” urainya.

​Dorong Tempe Jadi Warisan Budaya Takbenda UNESCO

​Menyongsong usia 100 tahun KOWANI, Ny. Nannie Hadi Tjahjanto menyoroti langkah besar pengusulan Tempe sebagai Warisan Budaya Takbenda (Intangible Cultural Heritage) UNESCO serta pendaftaran arsip KOWANI pada Memory of the World.

​”Tempe adalah pangan khas Indonesia dengan kandungan gizi tinggi yang sudah diakui dan diteliti secara internasional. Lewat momentum abad KOWANI, kita dorong tempe mendapat pengakuan UNESCO sekaligus menggerakkan ekonomi para pengrajin UMKM tempe di seluruh penjuru tanah air,” terang Ny. Nannie Hadi Tjahjanto.

Rangkaian Aksi Sosial dan Perlombaan Meriah

​Perhelatan perayaan 17 Agustus 2026 di Lapangan Kantor KOWANI diwarnai dengan busana serba Merah Putih dan diisi oleh berbagai agenda utama, yakni:

​Gerakan Pangan Murah (GPM): Penyediaan bahan pokok berkualitas di bawah harga pasar seperti beras premium, minyak goreng, dan gula pasir.

​Kebugaran Gratis (Free): Senam Bersama dan Line Dance.

​12 Perlombaan Tradisional: Lomba makan kerupuk, main bola tenis di kepala, balap kelereng, memasukkan kelereng dalam botol dengan musik, joget balon, berhias daster & make-up, menghias Tumpeng Merah Putih, serok cemilan, baris-berbaris mata tertutup, pindah gundu dengan sumpit, lempar bola pingpong gelas (Hadiah & Zonk), hingga pecah balon kaki. (aga/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *